Trauma Healing Berbasis Masjid: Ikhtiar Membangun Ketangguhan Umat Pascabencana

H. Nanang Mubarok, SHI., M.Sos

Opini – Bencana alam tidak hanya meninggalkan puing-puing bangunan dan kehilangan harta benda, tetapi juga menyisakan luka batin yang dalam bagi para penyintas. Trauma, ketakutan, dan rasa kehilangan sering kali bertahan jauh lebih lama dibanding kerusakan fisik yang terlihat. Inilah sebabnya mengapa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada distribusi bantuan logistik semata. Pemulihan mental, emosional, dan spiritual harus menjadi bagian utama dari kerja-kerja kemanusiaan, agar masyarakat terdampak benar-benar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan harapan baru.

Melalui Roadshow Trauma Healing DPP BKPRMI di Sumatera, kami berikhtiar menghadirkan pendekatan pemulihan yang lebih utuh dan berkelanjutan. Pelaksanaan Training of Trainer (TOT) Dasar Trauma Healing di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menjadi langkah strategis untuk menyiapkan kader-kader lokal dan guru-guru Al-Qur’an sebagai fasilitator pemulihan psikososial berbasis komunitas dan masjid. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan jiwa, tempat lahirnya solidaritas, dan ruang aman bagi umat untuk saling menguatkan di tengah ujian.

Pendekatan trauma healing yang kami lakukan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan metode psikososial yang humanis. Penguatan spiritual melalui ibadah dan tilawah Al-Qur’an, pemulihan emosional melalui komunikasi empatik serta aktivitas ramah anak, dan penguatan mental untuk menumbuhkan optimisme menjadi pilar utama program ini. Dengan melibatkan kader dan guru ngaji yang memahami karakter masyarakat setempat, proses pendampingan diharapkan berjalan lebih panjang, berkesinambungan, dan memberi dampak nyata bagi kehidupan para penyintas, khususnya anak-anak.

Selain pendampingan mental dan spiritual, DPP BKPRMI Peduli juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung keberlangsungan hidup dan pendidikan keagamaan pascabencana. Bantuan kebutuhan dasar, perlengkapan sekolah, Al-Qur’an, buku Iqro’, hingga alat tulis bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar menjaga agar generasi muda tetap terhubung dengan nilai-nilai iman dan ilmu di tengah situasi sulit. Pendidikan Al-Qur’an harus tetap hidup, karena dari sanalah lahir kekuatan moral dan harapan masa depan umat.

Kami meyakini bahwa membangun ketangguhan umat tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan mental dan spiritual yang berakar dari masjid. BKPRMI akan terus hadir bersama masyarakat, menguatkan yang lemah, mendampingi yang terluka, dan menghadirkan harapan di tengah duka. Inilah komitmen kami: membangun ketangguhan umat dari masjid, agar dari setiap musibah lahir kebangkitan dan dari setiap luka tumbuh kekuatan baru.

Share This Article
Ketua Umum DPP BKPRMI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *