Padang — Setelah menyalurkan bantuan kemanusiaan di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Selatan (Sumatera Utara), Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (Sekjend DPP BKPRMI), Jailani Dalimunthe, kembali melanjutkan rangkaian aksi sosial dengan menyerahkan santunan secara simbolis kepada puluhan guru mengaji di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (14/1/2026).

Penyaluran santunan ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian BKPRMI terhadap dedikasi para pengajar Al-Qur’an di tingkat akar rumput yang selama ini konsisten membina generasi muda Islami, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Jailani Dalimunthe menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa. Namun demikian, ia mengakui bahwa kesejahteraan para muallim sering kali luput dari perhatian.

“Guru ngaji adalah pilar utama pendidikan umat. Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan moral dan material. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban dan membantu kebutuhan para guru ngaji yang telah ikhlas mewakafkan waktunya mendidik anak-anak kita,” ujar Jailani.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional BKPRMI dalam memperkuat kesejahteraan guru mengaji di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, BKPRMI Peduli Sulawesi Selatan bersama Ketua Umum DPW BKPRMI Sulsel Asri Said dan Wakil Sekretaris Umum DPW BKPRMI Sulsel Hasdar turut menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya santunan tunai guru ngaji, paket sembako, perlengkapan sekolah, perlengkapan peduli masjid seperti ambal gulung, mukena, dan sarung, serta layanan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.

Penyaluran bantuan tersebut disaksikan langsung oleh pengurus DPW BKPRMI Sumatera Barat, tokoh masyarakat setempat, serta para penerima manfaat di lokasi bencana Desa Batu Busua, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Salah seorang penerima santunan, Ustadzah Mardiana, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pengurus BKPRMI, baik dari tingkat pusat maupun wilayah.
“Kami merasa tidak sendirian. Perhatian dari pusat dan Sulawesi Selatan ini sangat berarti di tengah kondisi pascabencana yang serba terbatas. Ini menambah semangat kami untuk terus mengajar meski dengan fasilitas seadanya,” ungkapnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, BKPRMI berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam memperhatikan kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an di daerah-daerah, khususnya wilayah terdampak bencana.