SILAKNAS LPKS BKPRMI 2026 Lahirkan Empat Terobosan Strategis, Perkuat Sakinah Center hingga FSI Nasional

Admin BKPRMI

JAKARTA – Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS) BKPRMI Pusat yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 di Hotel Balairung Matraman, Jakarta, menghasilkan sejumlah keputusan dan rekomendasi strategis untuk memperkuat kelembagaan serta program kerja LPKS BKPRMI secara nasional. Forum ini diikuti sekitar 50 peserta, terdiri dari Pengurus LPKS BKPRMI Pusat, Direktur Wilayah LPKS BKPRMI se-Indonesia, serta kader LPKS BKPRMI.

SILAKNAS tidak hanya menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga diisi dengan sejumlah materi penguatan kapasitas peserta. Materi yang diberikan antara lain materi ke-BKPRMI-an yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, materi Kepemimpinan yang disampaikan oleh Ketua MPP BKPRMI, H. Said Aldi Al Idrus, S.E., M.M., serta materi DNA Talent Keluarga yang disampaikan oleh Coach Zaki.

Perkuat Wawasan Ke-BKPRMI-an dan Kepemimpinan

Materi ke-BKPRMI-an menjadi bagian penting dalam SILAKNAS untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai jati diri, arah perjuangan, kelembagaan, serta peran LPKS sebagai salah satu lembaga di lingkungan BKPRMI. Materi ini diharapkan semakin memperkuat kesamaan visi antara pengurus pusat, wilayah, dan kader dalam menjalankan amanah organisasi.

Sementara itu, materi kepemimpinan yang disampaikan Ketua MPP BKPRMI, H. Said Aldi Al Idrus, S.E., M.M., memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya kepemimpinan yang amanah, inovatif, dan mampu menggerakkan organisasi. Materi tersebut menjadi bekal bagi para pengurus untuk menjalankan tanggung jawab organisasi sekaligus menghadirkan gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

DNA Talent Keluarga Bekali Kader Memahami Potensi Keluarga

SILAKNAS juga menghadirkan Coach Zaki yang menyampaikan materi DNA Talent Keluarga. Materi ini memberikan perspektif kepada peserta mengenai pentingnya mengenali potensi dan karakter dalam keluarga sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang harmonis, produktif, dan mampu mengembangkan potensi setiap anggotanya.

Pembahasan DNA Talent Keluarga juga relevan dengan penguatan peran LPKS BKPRMI dalam pembinaan keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kader dalam mengembangkan pendekatan pembinaan keluarga yang lebih kontekstual, terutama dalam menghadapi tantangan keluarga dan generasi muda di era saat ini.

H. Heryanto: SILAKNAS Lahirkan Sejumlah Terobosan Baru

Direktur Nasional LPKS BKPRMI, H. Heryanto, S.HI., M.H., mengatakan bahwa SILAKNAS LPKS BKPRMI 2026 menghasilkan sejumlah terobosan baru. Selain memperkuat konsolidasi organisasi, forum tersebut melahirkan Pedoman Sakinah Center, penyusunan kepanitiaan Festival Sakinah Indonesia (FSI) Tingkat Nasional, rekomendasi pengembalian pengelolaan PAUD TAAM kepada LPKS BKPRMI, serta penguatan program prioritas setiap departemen dan wilayah.

“Pada SILAKNAS LPKS BKPRMI 2026 ini kami melakukan beberapa terobosan baru. Salah satunya adalah lahirnya Pedoman Sakinah Center yang menjadi panduan dalam pengembangan program pembinaan keluarga sakinah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah,” ujar H. Heryanto.

Menurutnya, Pedoman Sakinah Center diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat layanan pembinaan keluarga secara lebih terarah dan terstruktur. Keberadaan pedoman tersebut juga menjadi langkah awal dalam membangun sistem pembinaan keluarga sakinah yang dapat diterapkan secara berjenjang di berbagai wilayah Indonesia.

Matangkan Festival Sakinah Indonesia Tingkat Nasional

SILAKNAS juga menetapkan langkah konkret untuk mempersiapkan Festival Sakinah Indonesia (FSI) Tingkat Nasional yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026. Salah satu hasil penting forum adalah penyusunan kepanitiaan FSI sebagai bagian dari persiapan teknis dan kelembagaan menuju pelaksanaan festival perdana tersebut.

“SILAKNAS juga telah menyusun kepanitiaan Festival Sakinah Indonesia atau FSI Tingkat Nasional yang insya Allah akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2026. Ini merupakan agenda besar LPKS BKPRMI yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh wilayah,” jelas H. Heryanto.

Ia berharap FSI Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang aktualisasi, edukasi, dakwah, dan penguatan gerakan keluarga sakinah. Karena itu, seluruh jajaran LPKS BKPRMI di tingkat pusat maupun wilayah didorong mengambil peran dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Rekomendasi PAUD TAAM Kembali Dikelola LPKS BKPRMI

Salah satu rekomendasi penting yang lahir dalam SILAKNAS adalah usulan dari para Pengurus Wilayah/Provinsi LPKS BKPRMI agar pengelolaan PAUD TAAM dikembalikan kepada LPKS BKPRMI, sebagaimana semangat dan sejarah awal berdirinya LPKS BKPRMI.

“Ada rekomendasi dari para Pengurus Wilayah atau Provinsi LPKS BKPRMI agar PAUD TAAM dikembalikan lagi pengelolaannya kepada LPKS BKPRMI, sebagaimana awal berdirinya LPKS BKPRMI. Ini menjadi aspirasi yang penting untuk kita tindak lanjuti secara kelembagaan,” ungkap H. Heryanto.

Menurutnya, rekomendasi tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dan tindak lanjut kelembagaan. Penguatan kembali peran LPKS dalam pengelolaan PAUD TAAM diharapkan dapat mempertegas fungsi LPKS dalam pembinaan keluarga sekaligus pendidikan anak usia dini yang berbasis nilai-nilai keislaman.

Setiap Departemen dan Wilayah Wajib Punya Program Prioritas

Hasil SILAKNAS juga menegaskan bahwa setiap departemen yang ada pada tahun 2026 harus memiliki program kegiatan prioritas yang dapat dilaksanakan pada tahun 2026, minimal satu kegiatan. Ketentuan tersebut juga menjadi dorongan bagi LPKS BKPRMI di seluruh wilayah Indonesia agar memiliki program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Setiap departemen yang ada di tahun 2026 harus mempunyai program kegiatan prioritas yang bisa dilaksanakan di tahun 2026, minimal satu kegiatan. Ini juga berlaku untuk wilayah-wilayah seluruh Indonesia. Kita ingin seluruh struktur bergerak, tidak ada yang hanya menjadi struktur di atas kertas,” tegas H. Heryanto.

Ia menambahkan, program prioritas tersebut menjadi bentuk nyata dari hasil SILAKNAS sekaligus upaya membangun budaya kerja organisasi yang aktif dan produktif. Dengan demikian, seluruh departemen dan wilayah dapat menerjemahkan hasil konsolidasi nasional menjadi kegiatan konkret sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Empat Hasil Strategis SILAKNAS LPKS BKPRMI 2026

Secara keseluruhan, SILAKNAS LPKS BKPRMI 2026 menghasilkan empat agenda strategis utama, yakni:

  1. Lahirnya Pedoman Sakinah Center sebagai panduan pengembangan pembinaan keluarga sakinah dari tingkat pusat hingga daerah.
  2. Penyusunan kepanitiaan Festival Sakinah Indonesia (FSI) Tingkat Nasional yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Desember 2026.
  3. Rekomendasi pengembalian pengelolaan PAUD TAAM kepada LPKS BKPRMI, sebagaimana semangat awal berdirinya lembaga tersebut.
  4. Setiap departemen dan LPKS BKPRMI wilayah wajib memiliki minimal satu program kegiatan prioritas pada 2026 yang dapat direalisasikan secara nyata.

Selain menghasilkan keputusan strategis, SILAKNAS juga memperkuat kapasitas kader melalui materi ke-BKPRMI-an, kepemimpinan, dan DNA Talent Keluarga. Rangkaian tersebut menjadikan SILAKNAS bukan hanya sebagai forum pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, kaderisasi, dan penguatan kompetensi pengurus LPKS BKPRMI.

H. Heryanto berharap seluruh hasil SILAKNAS segera ditindaklanjuti oleh jajaran LPKS BKPRMI di semua tingkatan. “Hasil SILAKNAS ini harus kita kawal dan laksanakan bersama. Dari pusat sampai wilayah harus bergerak. Kita ingin LPKS BKPRMI semakin kuat secara kelembagaan, semakin nyata programnya, dan semakin besar manfaatnya bagi keluarga, masyarakat, serta generasi Indonesia,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *