Polri Ajak BKPRMI Jadi Garda Literasi Digital dan Penjaga Stabilitas Nasional di Rapimnas 2026

Admin BKPRMI

Jakarta – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 14–15 Mei 2026 menghadirkan berbagai narasumber strategis nasional. Mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia”, kegiatan ini diikuti jajaran pengurus BKPRMI dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah se-Indonesia.

Salah satu materi utama Rapimnas disampaikan oleh Agen Intelijen Kepolisian Utama Tk.I Baintelkam Polri, Irjen Pol Yuyun Yudhantara, yang menekankan pentingnya peran pemuda dan remaja masjid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi digital.

Dalam paparannya, Irjen Pol Yuyun Yudhantara menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara multikultural dengan lebih dari 286 juta penduduk, 17 ribu lebih pulau, ratusan bahasa daerah, serta ribuan suku bangsa dan rumah ibadah. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan besar bangsa apabila dikelola dengan baik, namun juga dapat menjadi kerawanan apabila tidak dijaga secara bersama.

Ia mengungkapkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik antarnegara, perang dagang, krisis pangan dan energi, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang memicu maraknya misinformasi dan disinformasi. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap situasi nasional, termasuk potensi konflik sosial, intoleransi, radikalisme, hingga kejahatan siber.

“Ancaman terhadap keamanan saat ini telah berevolusi menjadi ancaman hibrida. Kita tidak hanya menghadapi kejahatan konvensional, tetapi juga disinformasi, ujaran kebencian, radikalisasi digital, dan kejahatan siber yang semakin terorganisir,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai literasi digital masyarakat menjadi salah satu kunci utama pertahanan bangsa ke depan. Dalam konteks tersebut, masjid dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang edukasi dan pembinaan masyarakat.

Menurutnya, pemuda remaja masjid memiliki potensi besar menjadi pelopor penguatan literasi digital, kontra hoaks, moderasi beragama, hingga deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Irjen Pol Yuyun juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan seperti BKPRMI.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang selama ini telah terbangun antara aparat kepolisian dengan pemuda dan remaja masjid dalam menjaga situasi kamtibmas di berbagai daerah. Menurutnya, pendekatan keamanan berbasis masyarakat dan masjid menjadi langkah strategis dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat harmonisasi sosial.

“Masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembinaan moral bangsa, penguatan budaya dan kearifan lokal, moderasi beragama, hingga sistem peringatan dini terhadap potensi konflik sosial,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, generasi usia produktif harus dipersiapkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan penguatan karakter kebangsaan.

Di akhir pemaparannya, Irjen Pol Yuyun Yudhantara menyampaikan keyakinannya bahwa BKPRMI mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga persatuan Indonesia.

“Saya percaya BKPRMI mampu menjadi kekuatan sosial yang menjaga nasionalisme, memperkuat persatuan, dan mendukung terwujudnya Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *