Rapimnas BKPRMI 2026, Tegaskan Perjuangkan Pengakuan dan Kesejahteraan Guru Ngaji Al-Quran

Admin BKPRMI

Jakarta – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 yang digelar oleh BKPRMI di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 14–15 Mei 2026 berlangsung penuh semangat kebersamaan dan komitmen perjuangan umat. Mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia”, kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus BKPRMI dari seluruh Indonesia, mulai tingkat pusat, wilayah hingga daerah.

Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mitra strategis pemerintah, tokoh nasional, pengurus wilayah, hingga para guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan pembinaan umat di tengah masyarakat.

Dalam pembukaan sambutannya, Nanang Mubarok menegaskan bahwa Rapimnas BKPRMI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat peran pemuda remaja masjid dan guru ngaji di Indonesia.

“Rapimnas ini menjadi ruang untuk merumuskan langkah besar organisasi, termasuk penguatan program strategis dan penetapan tuan rumah Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI), hajatan nasional BKPRMI yang selama ini menjadi ajang pembinaan generasi Qurani,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa FASI merupakan agenda besar tiga tahunan yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Menurutnya, FASI telah menjadi event nasional yang setara dengan MTQ dari sisi pembinaan generasi muda Islam, meski seluruh pelaksanaannya dilakukan secara mandiri oleh BKPRMI.

“Hajatan besar ini dihadiri minimal lima ribu orang, mulai dari santriwan-santriwati, guru ngaji, wali murid hingga pengurus BKPRMI seluruh Indonesia. FASI adalah kebanggaan kita bersama,” kata Nanang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP BKPRMI juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai stakeholder nasional. Rapimnas 2026 turut diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah kementerian dan lembaga strategis.

Di antaranya kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Koperasi, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Menurut Nanang, sinergi tersebut merupakan bentuk keseriusan BKPRMI dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya guru ngaji.

Salah satu program prioritas yang mendapat perhatian besar adalah perlindungan sosial bagi guru ngaji melalui BPJS Ketenagakerjaan. Nanang menyebut BKPRMI tengah mendorong sekitar 2,1 juta guru ngaji agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kita ingin guru-guru ngaji mendapatkan perlindungan yang layak. Jika terjadi kecelakaan kerja, ada perlindungan. Jika wafat, ada santunan dan beasiswa untuk anak-anaknya. Ini perjuangan nyata BKPRMI,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh DPW dan DPD BKPRMI untuk aktif mengimplementasikan hasil MoU di daerah masing-masing agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Tak hanya itu, Nanang Mubarok juga menegaskan pentingnya pengakuan negara terhadap profesi guru ngaji. Menurutnya, guru ngaji selama ini memiliki kontribusi besar dalam pembangunan karakter bangsa, namun masih banyak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Kita masih melihat di tahun 2026 ada guru ngaji yang menerima honor Rp50 ribu per bulan. Ini harus menjadi perhatian bersama. Guru ngaji harus diakui sebagai profesi oleh negara,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta Rapimnas.

Melalui wadah AGNIA (Asosiasi Guru Ngaji Al-Qur’an Indonesia), BKPRMI disebut akan terus memperjuangkan peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, perlindungan sosial, hingga kesejahteraan guru ngaji di seluruh Indonesia.

Selain itu, Nanang juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada pengurus DPW BKPRMI dari berbagai provinsi yang hadir secara mandiri demi menyukseskan Rapimnas 2026.

“Allah yang akan membalas perjuangan sahabat-sahabat semua. Terima kasih kepada seluruh pengurus wilayah dan daerah yang terus menjaga semangat perjuangan BKPRMI,” katanya.

Menutup sambutannya, Nanang Mubarok mengajak seluruh keluarga besar BKPRMI untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga semangat perjuangan organisasi menuju usia setengah abad BKPRMI pada tahun 2027 mendatang.

“Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan, keberkahan dan kekuatan kepada kita semua dalam memajukan BKPRMI dan memuliakan guru ngaji di Indonesia,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *