Pemprov Papua Barat Daya Lepas Kafilah MTQ Internasional, BKPRMI Optimistis Harumkan Nama Indonesia

Admin BKPRMI

Sorong, Papua Barat Daya — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK/TP Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI secara resmi melepas dua perwakilan daerah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional di Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Maret 2026.

Prosesi pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi Qur’ani sekaligus partisipasi Papua Barat Daya dalam ajang keagamaan berskala dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, George Japsenang, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan apresiasi penuh kepada para peserta yang akan membawa nama daerah di forum internasional.

Menurutnya, keikutsertaan dalam MTQ internasional bukan hanya sekadar kompetisi tilawah, tetapi juga menjadi sarana dakwah serta diplomasi budaya Islam di tingkat global.

“Kami berharap para peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga mampu menunjukkan nilai-nilai dakwah serta membawa nama baik Papua Barat Daya dan Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (28/2/2026).

Ia menambahkan, ajang yang mempertemukan puluhan negara tersebut merupakan kesempatan berharga bagi peserta untuk memperluas wawasan dan pengalaman internasional. Pemerintah berharap sepulangnya dari kegiatan ini, para kafilah dapat berbagi ilmu serta motivasi kepada generasi muda di daerah.

Sementara itu, Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Papua Barat Daya, Rustam Rumatiga, menjelaskan bahwa partisipasi kafilah daerah dalam MTQ internasional merupakan misi besar membawa identitas daerah sekaligus bangsa Indonesia di panggung dunia.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan MTQ internasional ini rutin digelar setiap bulan Ramadan di berbagai negara. Tahun ini pelaksanaan dipusatkan di Melaka, Malaysia, dengan peserta dari puluhan negara.

“Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi momentum memperkenalkan kualitas generasi Qur’ani Indonesia di tingkat internasional,” jelasnya.

Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 23 negara dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut, dengan sebagian besar delegasi telah melakukan registrasi resmi.

Rustam menilai keikutsertaan Papua Barat Daya menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu mengirimkan perwakilan ke ajang global meski dengan berbagai keterbatasan dukungan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas sinergi dan komunikasi yang terus terjalin dalam mendukung pembinaan generasi muda Islam.

Sebagai organisasi kepemudaan masjid, BKPRMI berkomitmen terus mendorong kader muda agar berani tampil dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Adapun dua peserta yang diutus adalah Ustadzah Ade Irma untuk kategori putri dan Ustadz Dani untuk kategori putra, yang merupakan alumni IAIN Sorong.

BKPRMI pun mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk memberikan doa dan dukungan agar kedua peserta mampu meraih hasil terbaik serta mengharumkan nama daerah dan Indonesia.

“Kami memohon doa masyarakat agar delegasi kita diberikan kelancaran, kesehatan, dan prestasi terbaik,” tutup Rustam.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *