Memantik Gen Z Dekat dengan Masjid, BKPRMI Sulsel Luncurkan NA-AM: Nongkrong Asyik ala Anak Masjid

Admin BKPRMI

SULAWESI SELATAN — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan terus berinovasi menghadirkan gerakan kepemudaan masjid yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya melalui program NA-AM (Nongkrong Asyik ala Anak Masjid), sebuah gerakan yang dirancang untuk memantik generasi Z agar semakin dekat, nyaman, dan aktif di masjid.

Program NA-AM menjadi bagian dari semangat Rangkaian Milad ke-49 BKPRMI, yang mengusung tema “Menyongsong Setengah Abad BKPRMI: Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045.”

Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M., mengatakan bahwa masjid harus mampu menjadi ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Anak muda hari ini membutuhkan ruang untuk bertemu, berdiskusi, belajar, berkarya, dan berjejaring. Masjid harus hadir sebagai ruang yang ramah bagi mereka. Karena itu, kita ingin membangun suasana masjid yang nyaman, kreatif, produktif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujar Asri Said.

Menurutnya, pendekatan terhadap generasi Z tidak cukup hanya dengan menghadirkan kegiatan yang bersifat formal. Anak muda perlu diberikan ruang untuk berinteraksi dan mengekspresikan kreativitasnya secara positif.

Melalui NA-AM, masjid didorong menjadi “third place” bagi anak muda, yakni ruang alternatif setelah rumah dan sekolah/kampus atau tempat kerja untuk berkumpul, berdiskusi, belajar, membangun jejaring, sekaligus melahirkan berbagai gagasan dan karya positif.

“Jangan sampai anak muda merasa masjid itu jauh dari kehidupan mereka. Justru kita ingin menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi tempat yang fun, produktif, inspiratif, dan penuh energi positif,” kata Asri.

Nongkrong, Dapat Ilmu dan Inspirasi

NA-AM tidak dirancang sebagai kegiatan nongkrong biasa. Berbagai aktivitas khas anak muda akan dikemas secara kreatif dan lebih relatable dengan kehidupan Gen Z.

Kegiatannya dapat berupa diskusi ringan, sharing session, kajian kekinian, pengembangan kreativitas, olahraga, musik, kegiatan sosial, literasi digital, entrepreneurship, hingga aktivitas komunitas.

Konsepnya sederhana: datang ke masjid, nongkrong bersama teman, mendapatkan ilmu dan pengalaman, lalu pulang membawa inspirasi.

Bagi BKPRMI Sulsel, pendekatan tersebut penting untuk membangun kembali kedekatan emosional generasi muda dengan masjid.

“Anak muda tidak hanya ingin didengar. Mereka juga ingin dilibatkan dan diberikan ruang untuk menjadi bagian dari perubahan. NA-AM adalah salah satu cara kita membuka ruang tersebut,” jelas Asri Said.

Bagian dari Transformasi Gerakan BKPRMI

Peluncuran NA-AM juga menjadi bagian dari transformasi gerakan BKPRMI Sulsel dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Di tengah derasnya arus informasi, budaya digital, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, masjid diharapkan dapat menjadi ruang alternatif yang sehat, aman, inklusif, edukatif, dan inspiratif.

Asri Said menegaskan, gerakan pemuda remaja masjid harus terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman.

“Transformasi bukan berarti meninggalkan nilai. Kita justru ingin menghadirkan nilai-nilai Islam dengan cara yang lebih dekat dengan generasi zamannya. Masjid harus mampu mengikuti perkembangan zaman, sementara anak muda kita arahkan untuk menjadi generasi yang produktif dan berkontribusi,” tuturnya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Milad ke-49 BKPRMI, yang menempatkan transformasi gerakan pemuda dan remaja masjid sebagai bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Nongkrong Boleh, Berkah Harus!”

Dengan semangat “Nongkrong Boleh, Berkah Harus!”, NA-AM mengajak Gen Z mengubah cara pandang terhadap masjid.

Masjid bukan sekadar tempat untuk datang ketika waktu salat tiba, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk bertemu, bertumbuh, belajar, berkarya, dan berkontribusi.

BKPRMI Sulsel berharap NA-AM dapat berkembang di berbagai masjid di Sulawesi Selatan dan menjadi gerakan bersama yang mampu menghidupkan kembali ruang-ruang kepemudaan di masjid.

“Harapan kami, NA-AM tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi berkembang menjadi gerakan. Kita ingin melihat masjid-masjid di Sulawesi Selatan kembali ramai dengan energi positif anak muda,” ujar Asri.

Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari semakin banyaknya anak muda yang merasa memiliki masjid.

“Karena masjid yang hidup bukan hanya masjid yang ramai jamaahnya, tetapi juga masjid yang membuat generasi mudanya merasa bahwa masjid adalah rumah mereka,” pungkasnya.

NA-AM — Nongkrong Asyik ala Anak Masjid.

Nongkrongnya dapat vibes, pulangnya dapat berkah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *