Jambore Santri Bela Negara 2026 Tolitoli Resmi Ditutup, BKPRMI Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Admin BKPRMI

TOLITOLI, SULAWESI TENGAH — Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Tolitoli, Mohammad Nurmansyah Bantilan, S.I.Kom., M.P.W.P., secara resmi menutup kegiatan Perkemahan Jambore Santri Bela Negara 2026 yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Dakwah TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak, halaman Musholla Nuur Ma’ani, Kompleks BTN Villa Mas Dapalak, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus puncak perayaan Milad ke-6 TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak.

Penutupan kegiatan turut didampingi Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan sekaligus Kepala TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak, Ghufron Arsyah Prawira, S.Sos. Acara penutupan dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada tiga peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kedisiplinan, dan semangat mereka selama mengikuti kegiatan.

Ketiga peserta yang menerima penghargaan tersebut adalah Jamilatu Zahroh, Moh. Rizqi Hz, dan Adek Oka.

Dalam sambutannya, Mohammad Nurmansyah Bantilan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak semata-mata diukur dari kemegahan penyelenggaraan, tetapi juga dari nilai-nilai pendidikan dan manfaat yang ditanamkan kepada para peserta.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan Perkemahan Jambore Santri Bela Negara 2026. Meskipun dilaksanakan secara sederhana, kegiatan ini memiliki nilai dan makna yang besar dalam membina karakter generasi muda, menanamkan kedisiplinan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air,” ujar Mohammad Nurmansyah Bantilan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebangsaan.

Sementara itu, Ghufron Arsyah Prawira, S.Sos., selaku Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan sekaligus Kepala TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para pemateri, mitra pendukung, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, tenaga kesehatan, orang tua peserta, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi selama kegiatan berlangsung.

“Kami bersyukur Perkemahan Jambore Santri Bela Negara 2026 dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan, melainkan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ghufron.

Menurutnya, kegiatan perkemahan semacam ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui Jambore Santri Bela Negara 2026, TKA-TPA-TQA Qurrota A’yun Dapalak berharap nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, kemandirian, persaudaraan, dan tanggung jawab yang ditanamkan selama kegiatan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen BKPRMI melalui pembinaan santri TKA-TPA dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta siap berkontribusi positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *