DPW BKPRMI Sulsel Luncurkan Bank Sampah Remaja Masjid, Gerakan Hidup Bersih Dimulai dari Masjid

Admin BKPRMI
Penyerahan Kantong Sampah dari DPW BKPRMI Sulawesi Selatan kepada Ketua Remaja Masjid Nurul Taubah Bontomanai Kec. Lau Kab. Maros sebagai Simbolik mulai aktifnya Ban Sampah yang dikelola oleh Remaja Masjid

Maros, Sulawesi Selatan — Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Selatan secara resmi meluncurkan program Pengelolaan Bank Sampah Remaja Masjid sebagai bagian dari gerakan membiasakan hidup bersih dan sehat yang dimulai serta dimotori oleh remaja masjid yang di pusatkan di Masjid Nurul Taubah Bontomanai, Kecamatan Lau Kaupaten Maros, Kamis (19/2/2026)

Peluncuran program ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan, yang dikenal sebagai bulan tarbiyah atau bulan pembinaan umat. Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab bersama, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter generasi muda Islam.

“Remaja masjid harus menjadi pelopor dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat, dimulai dari lingkungan masjid, kemudian meluas ke lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memulai gerakan kebaikan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut selain Ketua Umum DPW BKPRMI Sulsel Asri Said, juga Sekretaris Umum DPW BKPRMI Sulsel yang juga Ketua Umum DPD BKPRMI Maros Muhammad Yusuf Ali, Direktur Wilayah LPEKIN BKPRMI Sulsel Muh. Jamil, serta Wakil Direktur Wilayah LDSI-BKPRMI Sulsel Aswar Asri.

Berdasarkan data lingkungan, produksi sampah rumah tangga cenderung meningkat selama bulan Ramadan seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Kondisi tersebut menuntut adanya kesadaran kolektif dalam mengelola sampah secara bijak melalui pemilahan, pengurangan, serta pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Program Bank Sampah Remaja Masjid ini akan difokuskan pada beberapa langkah strategis, antara lain edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan masjid dan rumah tangga, pengumpulan serta penimbangan sampah bernilai ekonomis, pemberdayaan remaja masjid sebagai pengelola sekaligus duta kebersihan lingkungan, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas peduli lingkungan.

Melalui program ini, DPW BKPRMI Sulawesi Selatan berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat, termasuk dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Ke depan, program Bank Sampah Remaja Masjid ditargetkan dapat direplikasi di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan sebagai gerakan kolektif remaja masjid dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. (Rls. Muhammad Yusuf Ali, DPD BKPRMI Maros)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *