DPD BKPRMI Palembang Gelar Munaqosah dan Ujian Tahfidz, Perkuat Gerakan Berantas Buta Huruf Al-Qur’an

Admin BKPRMI

Palembang, Sumatera Selatan — Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Palembang menggelar kegiatan Munaqosah Santri TKA/TPA dan Ujian Tahfidz LPPTKA BKPRMI Kota Palembang di Masjid Ar Rozak Palembang, Ahad (17/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB tersebut diikuti sekitar 90 santri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi capaian belajar santri sekaligus pembinaan bagi guru mengaji dan wali santri dalam memahami pelaksanaan munaqosah sesuai kurikulum LPPTKA BKPRMI. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Sumatera Selatan.

Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Kota Palembang, Ustadz Handi Saputra, dalam sambutannya menegaskan bahwa santri yang mengikuti munaqosah harus benar-benar memenuhi target pembelajaran sesuai ketentuan kurikulum TKA dan TPA.

Ia menjelaskan, santri tingkat TKA minimal telah menyelesaikan pembelajaran mengaji sesuai target kurikulum dasar, sedangkan santri tingkat TPA harus telah mencapai target lanjutan sebelum mengikuti munaqosah. Hal tersebut dilakukan agar kualitas lulusan tetap terjaga dan santri mampu menunjukkan hasil belajar terbaiknya.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Palembang, Ustadz H. Anang Suroso, mengimbau seluruh ustadz/ustadzah serta para santri agar semakin giat dalam belajar Al-Qur’an dan mempersiapkan diri menghadapi munaqosah bersama tingkat besar yang direncanakan akan dihadiri Menteri Agama RI.

“Kita ingin membangun semangat bersama agar pelaksanaan munaqosah mendatang berjalan sukses dan menjadi motivasi besar bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’annya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua V DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Dra. Rima Andarsih, menekankan pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, walaupun hanya satu surah. Menurutnya, munaqosah merupakan sarana untuk mengukur capaian prestasi belajar santri selama menempuh pendidikan Al-Qur’an di TKA/TPA.

Ia juga berharap para santri yang telah mengikuti munaqosah dan khataman wisuda tetap melanjutkan pembelajaran di tingkat TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad) guna memperdalam ilmu tajwid, bahasa Arab, hingga pengembangan bakat seni Islami.

“Harapan kami, santri yang ikut munaqosah benar-benar siap sesuai ketentuan. Jika belum mencapai target, maka lebih baik bersabar agar nantinya memperoleh hasil yang maksimal dan membanggakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dra. Rima Andarsih menyampaikan bahwa Khataman Wisuda Akbar yang akan digelar DPW BKPRMI Sumsel bersama Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, merupakan langkah konkret dalam mendukung pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut direncanakan akan diikuti sekitar 10 ribu santri se-Sumatera Selatan secara serentak dan menghadirkan Menteri Agama RI, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, ulama, OPD, serta wali santri. Acara itu diharapkan menjadi momentum besar dalam membangun generasi Qurani di Sumsel.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *