MATARAM, NTB — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Dewan Pembina BKPRMI NTB, Drs. H. Muzihir, di Mataram, Kamis (13/8/2026). Pertemuan ini membahas konsolidasi organisasi, persiapan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) 2027, serta sejumlah tantangan anggaran yang dihadapi lembaga.
Ketua Umum BKPRMI NTB, H. Jamaludin, S.T., yang hadir bersama jajaran pengurus inti menyampaikan bahwa berbagai program kerja telah berjalan dengan baik sejak kepengurusan dilantik. Namun, organisasi kini dihadapkan pada persiapan agenda besar FASI tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus menyoroti minimnya dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTB. Proposal kegiatan yang diajukan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan sempat masuk ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) belum memperoleh kepastian realisasi.
Berdasarkan keterangan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB, H. Amir, saat sesi dengar pendapat (hearing), ruang fiskal untuk bantuan tersebut dinilai cukup berat. Oleh karena itu, pengurus disarankan menempuh jalur alternatif melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD NTB.
Agenda akbar FASI diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. Selain kendala pendanaan kegiatan, pengurus juga mengeluhkan ketiadaan sekretariat permanen dari pemerintah daerah, sementara lembaga keagamaan lainnya telah mendapatkan fasilitas serupa.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Dewan Pembina BKPRMI NTB menyambut baik aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen memberikan solusi konkret. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah memperjuangkan usulan anggaran kegiatan melalui jalur pokir dewan pada masa sidang atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.
Melalui sinergi ini, Dewan Pembina berharap program pembinaan pemuda masjid dan syiar keagamaan di NTB dapat terus berjalan secara optimal