JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA — Upaya memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda masjid terus dilakukan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Salah satunya melalui pelaksanaan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 Angkatan II DPD BKPRMI Jakarta Timur yang digelar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di SMP Pembangunan, Matraman, Jakarta Timur.

Mengangkat tema “Menjadi Pemuda Profesional, Visioner dan Berkarakter Qur’ani untuk Menggerakkan Masjid dan Umat”, kegiatan ini diikuti kader-kader muda dari sejumlah wilayah DKI Jakarta, dengan peserta terbanyak berasal dari Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Jakarta, Nanang Jahidin, yang juga Direktur Nasional LPPSDM BKPRMI.
Dalam sambutannya, Nanang Jahidin mengapresiasi DPD BKPRMI Jakarta Timur, LPPSDM BKPRMI, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan kaderisasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa LMD memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas kader BKPRMI, tidak hanya dari sisi pengetahuan dakwah, tetapi juga kepemimpinan, manajemen organisasi, dan kemampuan mengelola berbagai aktivitas kemasjidan.
“LMD bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk pemuda yang profesional, visioner, memiliki karakter Qur’ani, dan mampu menggerakkan masjid serta memberikan manfaat bagi umat,” ujar Nanang.
Menurutnya, keberhasilan sebuah proses kaderisasi tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

Karena itu, ia mendorong seluruh peserta menjadikan LMD sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kontribusi di masjid, organisasi, dan tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum DPD BKPRMI Jakarta Timur, Aripan, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti LMD 1 Angkatan II dengan penuh antusias.
Menurut Aripan, keberagaman peserta dari berbagai wilayah DKI Jakarta menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun jejaring kader sekaligus memperkokoh ukhuwah dan solidaritas di antara pemuda masjid.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti LMD 1 Angkatan II. Semoga seluruh ilmu, pengalaman, dan nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing, khususnya dalam menghidupkan kegiatan masjid dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Aripan.

Ia menambahkan, LMD diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelatihan, tetapi mampu menjadi ruang pembentukan kader muda yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang kuat.
Selama tiga hari, peserta memperoleh berbagai materi dan pembekalan yang berkaitan dengan kepemimpinan, manajemen dakwah, organisasi, kaderisasi, serta pengembangan potensi pemuda masjid. Proses pembelajaran juga dipadukan dengan aktivitas yang mendorong interaksi, silaturahmi, dan penguatan solidaritas antarkader.
Pelaksanaan LMD 1 Angkatan II ini menjadi bagian dari ikhtiar BKPRMI Jakarta Timur dalam membangun sistem kaderisasi yang berkelanjutan. Kaderisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda masjid yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan bekal profesionalisme, visi yang kuat, dan karakter Qur’ani, para peserta diharapkan mampu kembali ke masjid dan wilayah masing-masing sebagai kader yang siap mengambil peran, menghidupkan aktivitas kemasjidan, memperkuat dakwah, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.