Wajo, Sulawesi Selatan – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Wajo menggelar Latihan Manajemen Dakwah (LMD) I sebagai langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi organisasi dan mencetak generasi muda masjid yang siap mengemban amanah dakwah. Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Darul Mu’minin Doping dengan diikuti 80 peserta yang terdiri atas pengurus DPD dan DPK BKPRMI se-Kabupaten Wajo. Senin-Rabu (22-24/06/2026).

LMD I merupakan jenjang kaderisasi dasar BKPRMI yang dirancang untuk membentuk kader yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta komitmen dalam membina umat dan memakmurkan masjid. Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi yang mencakup keislaman, kepemimpinan, manajemen organisasi, strategi dakwah, wawasan kebangsaan, hingga penguatan karakter sebagai kader BKPRMI.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mengikuti sesi materi di dalam kelas, tetapi juga terlibat dalam diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, pembinaan spiritual, penguatan ukhuwah, serta kegiatan outbound yang bertujuan membangun kekompakan dan karakter kepemimpinan.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Wajo, Hamka Alias, menegaskan bahwa pelaksanaan LMD I menjadi momentum penting untuk melahirkan kader-kader yang aktif menggerakkan organisasi hingga ke tingkat remaja masjid.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya menjadi pengurus yang aktif, tetapi juga mampu melanjutkan estafet kaderisasi hingga ke tingkat remaja masjid sehingga BKPRMI terus melahirkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.
DPD BKPRMI Kabupaten Wajo juga menegaskan komitmennya untuk melaksanakan pembinaan kader secara berkelanjutan. Alumni LMD diharapkan mampu menjadi pelopor dakwah, motor penggerak kemakmuran masjid, sekaligus teladan di tengah masyarakat dalam mewujudkan generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Wajo sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat pembinaan generasi muda Islam.

Sementara itu, Direktur Wilayah LPPSDM BKPRMI Sulawesi Selatan, Muh. Riswan, menekankan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan organisasi.
“Kaderisasi adalah ruh organisasi. Dari LMD I inilah lahir kader-kader dakwah yang siap berkhidmat untuk umat, organisasi, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Menurutnya, melalui proses kaderisasi yang terstruktur, BKPRMI terus berupaya melahirkan generasi muda masjid yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang baik, tetapi juga profesional, berwawasan luas, serta siap menjadi pemimpin umat di masa depan.

Dengan berakhirnya LMD I, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dalam aktivitas dakwah dan pembinaan masyarakat. BKPRMI Wajo optimistis kader-kader yang lahir dari proses ini akan menjadi penggerak kemajuan organisasi sekaligus membawa kontribusi nyata bagi kemakmuran masjid dan pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Wajo.