Sidrap, Sulawesi Selatan – Semangat membangun generasi Qurani kembali ditunjukkan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Kabupaten Sidenreng Rappang melalui pelaksanaan Wisuda Santri XVIII TPQ-TPA se-Kabupaten Sidrap yang digelar di Masjid Agung Pangkajene, Ahad (10/5/2026).

Sebanyak 638 santri dan santriwati mengikuti prosesi wisuda dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Qurani, Ikhtiar Mewujudkan Sidrap Berkah, Aman, dan Religius.”
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran BKPRMI atas kontribusinya dalam membangun pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda di Kabupaten Sidrap.
“Hari ini anak-anakku diwisuda. Ini menjadi modal besar untuk masa depan mereka, karena Pemerintah Kabupaten Sidrap ingin menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an. Ilmu agama dan ilmu pendidikan umum harus berjalan beriringan untuk mengantarkan generasi kita menuju kesuksesan,” ujar Syaharuddin.

Ia menegaskan, cita-cita mewujudkan Sidrap yang berkah, aman, dan religius membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru mengaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga memberikan penghargaan khusus kepada para guru mengaji yang selama ini dengan penuh keikhlasan membina anak-anak membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Peran guru mengaji sangat luar biasa. Apa yang diajarkan kepada anak-anak hari ini menjadi bekal kehidupan dunia dan akhirat, sekaligus amal jariyah bagi guru dan orang tua,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, menilai keberadaan TPQ dan TPA memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin kompleks.
Menurutnya, pembinaan karakter Islami sejak usia dini menjadi kebutuhan penting agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah perkembangan zaman.
“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan karakter yang sangat besar. Karena itu, TPA dan TPQ hadir bukan hanya mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga membentuk akhlak dan kecintaan anak terhadap nilai-nilai Islam,” ungkap Asri Said.
Ia juga memberikan apresiasi kepada DPD BKPRMI Sidrap yang dinilai konsisten menjaga pembinaan keagamaan di tengah masyarakat hingga mampu mewisuda ratusan santri setiap tahun.

Asri menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus menjaga nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini bukan akhir pembinaan, tetapi awal untuk terus menjaga akhlak dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Kami berharap para santri tetap aktif dalam kegiatan masjid dan melanjutkan pembinaan melalui remaja masjid,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap Fitriadi, Kamenhaj Syairin, Staf Ahli Bupati Bidang Pembinaan Masyarakat Bachtiar, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Syahrul Mubarak, Ketua Umum BKPRMI Sidrap Nidaul Islam, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta para pembina dan orang tua santri.