JENEPONTO, SULAWESI SELATAN — Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Jeneponto kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun kader muda yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat melalui Wisuda Akbar III Kader Mula BKPRMI Jeneponto Angkatan XIX sampai XL.

Kegiatan yang diikuti sekitar 175 peserta tersebut digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jeneponto, Ahad (20/9/2026).
Wisuda ini menjadi istimewa karena merupakan wisuda Kader Mula yang ketiga kalinya diselenggarakan BKPRMI Jeneponto. Bahkan, menurut Direktur Daerah Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Jeneponto, Irsyam Syam, S.S., S.Pd., BKPRMI Jeneponto menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menyelenggarakan wisuda Kader Mula.
“Wisuda Kader Mula yang dilaksanakan ini merupakan yang ketiga kalinya oleh BKPRMI Jeneponto. Pesertanya berasal dari 21 angkatan LMD 1, mulai Angkatan XIX sampai Angkatan XL,” ujar Irsyam.
Ia menambahkan, penyelenggaraan wisuda tersebut menjadi bagian penting dari proses kaderisasi BKPRMI, khususnya dalam memberikan apresiasi sekaligus peneguhan terhadap kader yang telah menyelesaikan proses Latihan Mujahid Dakwah (LMD) 1.

Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian
Ketua Umum DPD BKPRMI Jeneponto, Abu Bakar Halim, S.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Kader Mula atas partisipasi, keseriusan, dan komitmen mereka mengikuti seluruh rangkaian proses kaderisasi.
Menurutnya, Wisuda Kader Mula tidak boleh dimaknai sekadar sebagai seremoni.
“Wisuda Kader Mula bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen para kader dalam melanjutkan proses pembinaan dan pengabdian di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap para wisudawan tidak berhenti pada momentum wisuda, melainkan menjadikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kaderisasi yang telah diperoleh sebagai bekal untuk terus belajar, berkhidmat, menjaga akhlak, serta memberikan kontribusi positif bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Setelah wisuda, tidak ada lagi Kader Mula yang ‘centil’, masih suka mengeluh, atau senang menggunjing. Kader harus menunjukkan perubahan dalam sikap, akhlak, kedewasaan, dan pengabdiannya,” pesannya.
Abu Bakar juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jeneponto atas perkenan penggunaan aula, serta kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Kodim 1425 Jeneponto, UTD RSUD Lanto Daeng Pasewang, Takmir Masjid Agung Jeneponto, dan seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian Semarak Milad ke-49 BKPRMI.
Kader Mula Harus Menjadi Teladan
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) BKPRMI Jeneponto, Suardi A. Kahar, S.Ag., mengingatkan para Kader Mula agar tidak berhenti pada penguasaan materi kaderisasi.
Menurutnya, setiap Kader Mula BKPRMI harus memahami dan mengamalkan 5 Citra Diri BKPRMI dalam kehidupan sehari-hari.

“Kader Mula BKPRMI harus memahami dengan baik dan mengamalkan 5 Citra Diri BKPRMI dalam kehidupan sehari-hari. Kader harus hadir menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kaderisasi BKPRMI tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Semangat Kaderisasi Jeneponto Jadi Energi Positif
Direktur Wilayah LPPSDM DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Riswan, S.Th.I., memberikan apresiasi terhadap semangat kaderisasi yang terus dikembangkan BKPRMI Jeneponto.
Ia menilai konsistensi tersebut menjadi energi positif bagi perkembangan organisasi dan pembinaan generasi muda.
“Semangat kaderisasi di Jeneponto merupakan energi positif bagi perkembangan BKPRMI. Kami berharap tradisi pembinaan ini terus dipelihara sehingga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan ilmu, akhlak, kepemimpinan, dan semangat berkhidmat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Nasional LPPSDM DPP BKPRMI, Nanang Jahidin, S.Sos.I., M.Sos., menegaskan bahwa proses kaderisasi harus terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, wisuda bukanlah garis akhir dalam perjalanan kader, tetapi justru menjadi awal dari fase pengabdian yang lebih luas.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari perjalanan pengabdian. Para kader diharapkan terus meningkatkan kapasitas, menjaga akhlak, serta hadir memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tegas Nanang.
Dirangkaikan Semarak Milad ke-49 BKPRMI
Wisuda Akbar III Kader Mula tersebut sekaligus menjadi kegiatan penutup rangkaian Semarak Milad ke-49 BKPRMI di Jeneponto yang berlangsung pada 3 hingga 20 September 2026.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian tersebut, di antaranya Khotmil Qur’an se-Sulawesi Selatan, Kemah Milad, Jalan Sehat, Donor Darah, bakti sosial bantuan musibah kebakaran, serta Wisuda Kader Mula.
Rangkaian acara wisuda diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta wisuda, M. Ikram Azali, Muwajjih FHQ An Najm Jeneponto. Acara kemudian dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Mars BKPRMI, remembering hafalan LMD 1 yang dipandu Rifki Febrian, doa, prosesi wisuda, pesan dan kesan peserta oleh Serda Zahir, guru mengaji pada TKA/TPA Masjid Kodim 1425 Jeneponto, serta penyerahan sertifikat LMD 1 secara simbolis.
Acara dipandu oleh Rheila Hasti, pengurus LPPTKA BKPRMI Jeneponto, dan ditutup dengan rangkaian sambutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dandim 1425 Jeneponto, perwakilan Kapolres Jeneponto, unsur Dewan Pakar, unsur MPD, unsur pimpinan DPD dan direktur daerah lembaga, serta para Ketua Umum DPK BKPRMI.
Wisuda Akbar III Kader Mula ini menjadi penanda bahwa kaderisasi BKPRMI Jeneponto terus bergerak. Dari ruang pelatihan menuju ruang pengabdian, para kader diharapkan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an, akhlak, kepemimpinan, dan semangat memakmurkan masjid untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.