SAATNYA BEKERJA UNTUK IKLIM: AKSI NYATA PEMUDA MASJID MENJAGA BUMI

H. Nanang Mubarok, SHI., M.Sos
H. Nanang Mubarok, S.HI., M.Sos. - Ketua Umum DPP BKPRMI

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Opini – 5 Juni 2026, dunia kembali memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Tahun ini, Indonesia mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dengan tagar #NowForClimate, sebuah seruan yang sangat relevan di tengah meningkatnya ancaman krisis lingkungan global yang dikenal sebagai Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Krisis ini bukan lagi sekadar isu lingkungan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Kita merasakannya secara nyata dalam bentuk cuaca ekstrem, banjir, longsor, kekeringan, penurunan kualitas udara, berkurangnya sumber air bersih, hingga semakin rentannya ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Semua itu menjadi peringatan bahwa menjaga bumi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban bersama.

Sebagai organisasi kepemudaan dan dakwah terbesar berbasis masjid yang memiliki jaringan hingga pelosok Indonesia, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) memandang bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan bagian integral dari implementasi ajaran Islam. Al-Qur’an mengajarkan manusia sebagai khalifah fil ardh, pemimpin yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan dan kelestarian bumi.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”
(QS. Al-A’raf: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga lingkungan hidup adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral setiap muslim.

Triple Planetary Crisis dan Tantangan Generasi Muda

Generasi muda saat ini adalah generasi yang akan paling merasakan dampak dari krisis lingkungan. Jika tidak ada tindakan nyata sejak sekarang, maka Indonesia Emas 2045 yang kita cita-citakan dapat menghadapi tantangan besar akibat menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Karena itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh berhenti pada seremoni dan kampanye simbolik semata. Yang dibutuhkan adalah gerakan nyata, terukur, dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup telah mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam aksi iklim. BKPRMI menyambut baik ajakan tersebut dan siap menjadi bagian dari solusi melalui gerakan berbasis masjid dan pemuda.

Aksi Nyata BKPRMI untuk Lingkungan Berkelanjutan

BKPRMI meyakini bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai langkah konkret dapat terus diperkuat, antara lain:

Pertama, Gerakan Masjid Hijau (Green Mosque Movement).
Mendorong masjid menjadi pelopor penghematan energi, konservasi air, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, serta pemanfaatan energi terbarukan.

Kedua, Gerakan Sedekah Pohon dan Reboisasi.
Mengajak pemuda remaja masjid menanam pohon produktif dan pohon konservasi di lingkungan masjid, sekolah, pesantren, daerah aliran sungai, dan kawasan rawan bencana.

Ketiga, Pengurangan Sampah Plastik di Lingkungan Masjid.
Membiasakan penggunaan peralatan ramah lingkungan pada kegiatan keagamaan dan sosial serta membangun kesadaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Keempat, Edukasi Ekoteologi
Mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam dakwah, kajian, pelatihan kader, dan pendidikan Al-Qur’an sehingga lahir generasi muslim yang peduli bumi.

Kelima, Penguatan Program GERBANG EMAS (Gerakan Bangun Ekonomi Masjid).
Mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis masjid melalui kewirausahaan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya lokal, dan pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan.

Pemuda Masjid Harus Menjadi Pelopor Perubahan

Saya meyakini bahwa pemuda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga pencipta masa depan. Karena itu, pemuda remaja masjid harus tampil sebagai agen perubahan dalam menghadapi Triple Planetary Crisis.

Sebagai Ketua Umum DPP BKPRMI, saya mengajak seluruh kader, pengurus, ustadz, santri, dan pemuda remaja masjid di seluruh Indonesia untuk menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum membangun gerakan kolektif menjaga bumi.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan. Ini adalah amanah keimanan. Setiap pohon yang kita tanam, setiap sampah yang kita kelola, setiap energi yang kita hemat, dan setiap perilaku ramah lingkungan yang kita lakukan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan generasi mendatang. Pemuda masjid harus menjadi pelopor gerakan perubahan menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan.”

Saatnya Bergerak, Saatnya Bekerja untuk Iklim

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 harus menjadi titik tolak lahirnya gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan. Jangan menunggu orang lain memulai. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, komunitas, dan masjid di sekitar kita.

Mari kita wujudkan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai gerakan nyata.

Call to Action Pemuda Remaja Masjid Indonesia:

  • Tanam minimal satu pohon setiap tahun.
  • Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  • Laksanakan aksi bersih masjid dan lingkungan secara berkala.
  • Hemat listrik dan air dalam aktivitas sehari-hari.
  • Jadikan masjid sebagai pusat edukasi lingkungan hidup.
  • Kampanyekan gaya hidup hijau melalui media sosial.
  • Bentuk komunitas Pemuda Masjid Peduli Lingkungan di setiap daerah.

Karena menjaga bumi adalah menjaga kehidupan. Dan menjaga kehidupan adalah bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

Share This Article
Ketua Umum DPP BKPRMI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *