Bulukumba, Sulawesi Selatan — Suasana khidmat dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan Wisuda Akbar Santri TPA se-Kabupaten Bulukumba yang digelar oleh LPPTKA BKPRMI Kabupaten Bulukumba di Masjid Islamic Center Dato Tiro, Senin (25/5/2026). Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani, Menyongsong Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi momentum syiar Al-Qur’an sekaligus bentuk apresiasi atas keberhasilan pembinaan santri TPA di Kabupaten Bulukumba.

Sebanyak 2.580 wisudawan dan wisudawati dari 783 unit TPA yang tersebar di 10 kecamatan mengikuti prosesi wisuda akbar tersebut. Ribuan santri itu berasal dari Kecamatan Ujung Bulu sebanyak 300 peserta, Bulukumpa 218 peserta, Rilau Ale 274 peserta, Gantarang 539 peserta, Bonto Tiro 132 peserta, Ujung Loe 258 peserta, Kindang 270 peserta, Herlang 142 peserta, Kajang 159 peserta, dan Bonto Bahari 288 peserta.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Eddy Manaf, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Asri Said, Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba Hj. Andi Herfida Muchtar, Dandim 1411/Bulukumba yang diwakili Danramil Ujung Bulu Kapten Inf. Asri Ahmad, Kapolres Bulukumba, Anggota DPRD H. Syafiuddin, Syamsir Paro, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Bulukumba Syukriadi, para camat dan kepala KUA se-Kabupaten Bulukumba, Ketua DPW BKPRMI Sulsel Salihuddin, Ketua DPK BKPRMI se-Kabupaten Bulukumba, serta para pembina dan guru ngaji Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Eddy Manaf menyampaikan apresiasi tinggi kepada BKPRMI dan seluruh pembina TPA yang selama ini istiqamah membina generasi muda Bulukumba menjadi generasi Qur’ani.

Ia menilai wisuda tersebut menjadi penanda keberhasilan anak-anak dalam belajar membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan beriman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulukumba, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BKPRMI dan seluruh guru ngaji Al-Qur’an yang telah mengabdikan diri membina anak-anak kita. Wisuda ini bukan akhir perjalanan belajar Al-Qur’an, tetapi awal untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Pemerintah Kabupaten Bulukumba, kata dia, akan terus mendukung pembinaan keagamaan dan penguatan karakter generasi muda sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Wabup Bulukumba turut menyoroti berbagai tantangan moral generasi muda seperti narkoba, geng motor, minuman keras, hingga pengaruh negatif media sosial. Karena itu, ia berharap BKPRMI terus hadir membina generasi muda melalui masjid dan kegiatan keagamaan yang berjenjang mulai dari TPA hingga remaja masjid.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Asri Said menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina dan guru ngaji Al-Qur’an atas dedikasi mereka dalam membina santri TPA.
Menurutnya, konsistensi BKPRMI dalam pembinaan Al-Qur’an dan akhlak membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut Bulukumba sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam perhatian terhadap guru mengaji, termasuk dalam pemberian insentif.
“Aspek pembinaan tidak boleh berhenti setelah wisuda. Anak-anak ini harus terus dibina menjadi kader masjid dan remaja masjid. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi BKPRMI Bulukumba,” katanya.

“Masjid harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk berkarya dan bertumbuh. Kita ingin lahir generasi yang cinta masjid, berakhlak baik, dan mampu membawa Bulukumba menjadi daerah yang berkah,” tambahnya.
Asri Said juga mengungkapkan rencana BKPRMI untuk membentuk pembinaan orang tua santri melalui program POS yang dapat dikolaborasikan bersama Tim Penggerak PKK Bulukumba. Menurutnya, pendekatan keluarga dan masjid menjadi langkah penting dalam menghadapi degradasi moral generasi muda.
“BKPRMI hadir untuk memberikan kenyamanan bagi anak-anak agar tetap dekat dengan masjid melalui konsep Masjid Ramah Anak. Dengan pendekatan keagamaan yang dimulai dari masjid, kita yakin berbagai perilaku menyimpang dapat diminimalkan,” jelasnya.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Bulukumba, Muhammad Arpa, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba atas dukungan terhadap program-program BKPRMI.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan wisuda akbar tersebut merupakan program kerja BKPRMI Bulukumba dengan jumlah peserta mencapai 2.580 santri dari 783 unit TPA dan didukung oleh 2.657 ustadz dan ustadzah pembina.
Muhammad Arpa juga mengungkapkan bahwa BKPRMI Bulukumba tengah mendorong legalitas ijazah TPA agar dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan masuk jenjang SMP dan telah melakukan rapat dengar pendapat bersama DPRD Bulukumba.

Selain itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kepadatan lalu lintas yang terjadi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang mencapai puluhan ribu orang dari berbagai wilayah Bulukumba menyebabkan arus kendaraan memadati kawasan Masjid Islamic Center Dato Tiro sejak pagi hingga sore hari.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, termasuk Polres Bulukumba, Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang membantu pengaturan di lapangan,” tutupnya.