Rekomendasi Rapimwil 2026, BKPRMI Sulsel Targetkan 10.000 Kader Baru Terbina melalui LMD

Admin BKPRMI

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Selatan terus memperkuat sistem kaderisasi organisasi dengan menargetkan pembentukan 10.000 kader baru melalui pelaksanaan Latihan Mujahid Dakwah (LMD) I di berbagai kabupaten dan kota.

Target tersebut menjadi salah satu rekomendasi Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) BKPRMI Sulawesi Selatan yang diselenggarakan pada 26–27 September 2026 di Hotel Grand Asia, Makassar. Melalui rekomendasi ini, BKPRMI Sulsel mendorong percepatan pelaksanaan LMD I dengan melibatkan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) sebagai penggerak kaderisasi organisasi.

Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, menegaskan bahwa penguatan kaderisasi merupakan agenda strategis organisasi untuk memperluas basis kader sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap melanjutkan perjuangan dakwah dan pengabdian melalui masjid.

“Pencapaian target 10.000 kader baru harus diikuti dengan penguatan kualitas kader, militansi ideologis, rasionalitas, serta jiwa kepemimpinan. Karena itu, proses kaderisasi harus dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Menurut Asri, pelaksanaan LMD I di tingkat kabupaten dan kota menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas basis kader BKPRMI, khususnya dari kalangan pemuda dan remaja masjid. Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak kader yang memiliki komitmen terhadap dakwah, pengembangan organisasi, dan pembinaan generasi muda Islam.

Pertumbuhan Kaderisasi Menjadi Modal Pengembangan Organisasi

Data pertumbuhan kaderisasi BKPRMI Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan jumlah kader dalam beberapa periode. Pada periode 2014–2020, tercatat sebanyak 1.352 kader, kemudian meningkat menjadi 2.086 kader pada periode 2020–2025. Sementara itu, untuk periode 2025–2030, tercantum target sebanyak 1.353 kader.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan kaderisasi sekaligus bahan evaluasi bagi organisasi untuk memperkuat strategi rekrutmen, pendidikan, dan pembinaan kader. Capaian 2.086 kader pada periode 2020–2025 menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan proses kaderisasi agar semakin banyak pemuda dan remaja masjid terlibat dalam aktivitas organisasi dan dakwah.

Melalui rekomendasi Rapimwil 2026, DPW BKPRMI Sulawesi Selatan mendorong peningkatan jangkauan kaderisasi dengan target 10.000 kader baru melalui pelaksanaan LMD I yang dikoordinasikan bersama LPPSDM. Target tersebut menjadi agenda pengembangan kaderisasi yang membutuhkan dukungan seluruh jajaran organisasi di tingkat wilayah maupun kabupaten/kota.

Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kader, tetapi juga memastikan setiap kader mendapatkan pembinaan yang memadai, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta siap mengambil peran dalam pengembangan organisasi dan pelayanan umat berbasis masjid.

LPPSDM Perkuat Kapasitas Instruktur

Dalam mendukung pencapaian target tersebut, LPPSDM BKPRMI Sulawesi Selatan telah menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) Instruktur/Mudarrib Latihan Mujahid Dakwah Angkatan IV pada 18–20 September 2026 di Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan instruktur atau mudarrib yang memiliki kapasitas untuk melaksanakan proses kaderisasi di daerah masing-masing.

Direktur Nasional LPPSDM BKPRMI, Nanang Jahidin, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi konsistensi BKPRMI Sulawesi Selatan dalam menyelenggarakan LMD dan memperkuat sistem kaderisasi organisasi.

Menurut Nanang, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang aktif melaksanakan LMD. Tingginya aktivitas kaderisasi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pembinaan kader BKPRMI.

“DPW Sulawesi Selatan adalah DPW yang paling banyak melaksanakan LMD sehingga menjadi lumbung kaderisasi BKPRMI. Tiap bulan pasti ada surat yang masuk untuk pelaksanaan LMD di Sulawesi Selatan, dan hari ini bisa melaksanakan ToT Mudarrib Basic untuk instruktur LMD,” ungkapnya.

Ia berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat menjalankan amanah sebagai instruktur atau mudarrib dan berkontribusi dalam pelaksanaan LMD di wilayah masing-masing.

Perluas Kaderisasi di 24 Kabupaten/Kota

Latihan Mujahid Dakwah merupakan salah satu instrumen kaderisasi struktural BKPRMI yang diperuntukkan bagi kader organisasi maupun pemuda dan remaja masjid yang memiliki komitmen untuk mengembangkan dakwah serta mengambil peran dalam kepengurusan organisasi.

Dengan bertambahnya instruktur yang memiliki kapasitas memadai, pelaksanaan LMD diharapkan dapat berlangsung lebih luas, terarah, dan berkesinambungan di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Rekomendasi Rapimwil mengenai target 10.000 kader baru melalui pelaksanaan LMD I menjadi landasan bagi DPW BKPRMI Sulawesi Selatan bersama LPPSDM dan jajaran DPD untuk memperkuat koordinasi, memperluas jangkauan rekrutmen, serta memastikan proses kaderisasi berjalan secara terstruktur.

Melalui langkah tersebut, BKPRMI Sulawesi Selatan berkomitmen membangun sumber daya manusia yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan, kapasitas dakwah, dan kesiapan untuk meneruskan estafet pengabdian organisasi di tengah masyarakat.

Penguatan kaderisasi ini diharapkan menjadi bagian penting dari upaya BKPRMI Sulawesi Selatan dalam menyiapkan generasi muda Islam yang berdaya, berintegritas, dan mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat serta pengembangan kepemimpinan generasi penerus bangsa.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *