Rapimnas BKPRMI 2026 Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional, Bahas Ketahanan Nasional dan Kesejahteraan Guru Ngaji

Admin BKPRMI

Jakarta — Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia sukses menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 14–15 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis nasional dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah perjuangan BKPRMI menghadapi tantangan zaman.

Mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia”, Rapimnas dihadiri jajaran pengurus BKPRMI dari seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat, wilayah, hingga daerah.

Rapimnas BKPRMI 2026 dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, di antaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Sudian Noor, Oleh Soleh, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI Panel Barus, Direktur Jenderal Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Rinardi, Agen Intelijen Kepolisian Utama TK.I Baintelkam Polri Irjen Pol Yuyun Yudhantara, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho, serta Sekretaris Badan BPKH Ahmad Zaki.

Kegiatan resmi dibuka oleh Zulkifli Hasan yang dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kiprah BKPRMI dalam membina generasi muda Islam dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Zulkifli Hasan, remaja masjid memiliki posisi strategis dalam menjaga masa depan Indonesia karena dibangun dengan fondasi keimanan dan nilai tauhid yang kuat.

“Masa depan Indonesia sesungguhnya ada di tangan remaja masjid. Tapi syaratnya, tauhidnya harus kuat. Kalau tauhid kuat, maka akhlaknya kuat, persatuannya kuat, dan bangsa ini juga akan kuat,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Ia juga menegaskan bahwa pemuda masjid tidak boleh merasa rendah diri dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Menurutnya, remaja masjid harus tampil menjadi kekuatan sosial yang aktif memperjuangkan kepentingan rakyat dan umat.

“Remaja masjid jangan minder. Harus berani tampil mengawal keadilan sosial, memperjuangkan hak rakyat, dan menjaga kepentingan umat. BKPRMI harus hadir menjadi bagian dari solusi bangsa,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta Rapimnas.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah tantangan global, polarisasi sosial, dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Ia menilai organisasi kepemudaan berbasis masjid memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan semangat persatuan. Saya melihat itu ada di BKPRMI,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) BKPRMI sekaligus Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus menyoroti pentingnya perhatian negara terhadap kesejahteraan guru ngaji di seluruh Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa BKPRMI selama ini terus memperjuangkan bantuan dan insentif bagi para guru Al-Qur’an, termasuk saat masa pandemi COVID-19 ketika ribuan unit TK/TPA binaan BKPRMI mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah.

“Guru ngaji adalah pejuang peradaban. Mereka ikhlas membina generasi Qur’ani, sehingga negara dan seluruh stakeholder wajib memberikan perhatian yang layak kepada mereka,” tegas Said Aldi Al Idrus.

Dalam Rapimnas tersebut, BKPRMI juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk tuan rumah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) mendatang yang menjadi agenda nasional terbesar BKPRMI.

Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok menegaskan bahwa Rapimnas 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat perjuangan BKPRMI, khususnya dalam penguatan peran guru ngaji, pengembangan organisasi, dan pembinaan generasi Qur’ani di Indonesia.

Dalam sambutannya, Nanang Mubarok menyampaikan bahwa salah satu agenda penting Rapimnas adalah pembahasan dan pengukuhan tuan rumah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), agenda nasional BKPRMI yang rutin digelar setiap tiga tahun dan melibatkan ribuan santri dari seluruh Indonesia.

“Festival Anak Saleh Indonesia adalah hajatan besar BKPRMI yang menjadi wadah syiar Al-Qur’an, pembinaan santri, dan penguatan karakter generasi muda Islam Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen BKPRMI dalam memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji melalui berbagai kerja sama strategis dengan kementerian dan lembaga negara.

Menurut Nanang, Rapimnas 2026 menghasilkan sejumlah langkah strategis, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian P2MI, Kementerian Koperasi, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, dan jaminan ketenagakerjaan bagi guru ngaji.

“Kami ingin guru ngaji mendapatkan perhatian yang layak, termasuk perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Guru ngaji harus diakui sebagai profesi yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan karakter bangsa,” tegas Nanang.

Ia juga mengajak seluruh pengurus BKPRMI di Indonesia untuk terus memperjuangkan kepentingan guru ngaji dan memperkuat gerakan dakwah serta pembinaan generasi Qur’ani di daerah masing-masing.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *