FAKFAK, PAPUA BARAT — Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Fakfak menggelar Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus peringatan Milad ke-49 BKPRMI di Aula Gedung Serbaguna Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Fakfak, Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara seremonial dan musyawarah tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan tamu undangan, yang terdiri atas jajaran pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan pemuda, organisasi kepemudaan Islam, serta tokoh masyarakat.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak, Amir Rumbouw, ST., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Milad ke-49 BKPRMI tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum milad harus menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan perjuangan organisasi sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan generasi muda di tengah arus globalisasi.
“Milad bukanlah sekadar acara seremonial, tetapi momentum di mana kita kembali merefleksikan semangat perjuangan sebuah organisasi yang berkembang dari masa ke masa. 49 tahun bukanlah waktu yang singkat, tetapi waktu yang cukup lama dan perjuangan yang cukup panjang dengan dinamika yang terjadi saat ini,” ujar Amir Rumbouw.
Ia menyampaikan, tantangan globalisasi yang semakin kuat membutuhkan perhatian serius terhadap pembinaan dan pengawasan generasi muda, khususnya para remaja masjid.
BKPRMI, lanjut Amir, memiliki peran strategis dalam mendorong generasi muda agar kembali menjadikan masjid sebagai ruang positif untuk beraktivitas, belajar, membangun karakter, serta mengembangkan kepemimpinan.

“Perlu adanya pembinaan dan pengawasan yang ketat bagi generasi muda, terutama remaja masjid, agar mereka kembali berpikir positif dan beraktivitas di dalam masjid. Karena masjid bukan sekadar tempat salat, tetapi harus menjadi pusat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Amir juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mengoptimalkan peran masjid dan organisasi kepemudaan Islam. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh BKPRMI, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
“Untuk itu, dalam mewujudkan hal itu, kami membutuhkan kolaborasi erat dari pemerintah daerah, ulama, pengurus masjid, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Rakerda dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak sebagai tanda peringatan Milad ke-49 BKPRMI. Prosesi tersebut turut didampingi sejumlah unsur pemerintah dan organisasi keagamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Fakfak, Domisianus Nandus; Plt. Seksi Pendidikan Islam, Yahya Bin Tahir; Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Fakfak, Murad Kelwalaga, S.Ag.; Pasi Ter Kodim, Kapten Inf. Bismacab yang mewakili Dandim 1803/Fakfak, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi kemasyarakatan pemuda, dan organisasi kepemudaan Islam lainnya.
Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-49 BKPRMI, Rakerda menjadi forum musyawarah untuk merumuskan dan menetapkan program kerja DPD BKPRMI Kabupaten Fakfak ke depan.
Melalui forum tersebut, BKPRMI Kabupaten Fakfak diharapkan semakin solid dalam menjalankan program pembinaan generasi muda, penguatan aktivitas remaja masjid, serta pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.
Momentum Milad ke-49 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perjalanan panjang BKPRMI harus terus diikuti dengan penguatan organisasi dan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda serta perkembangan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, BKPRMI Kabupaten Fakfak berkomitmen menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi, penguatan kepemimpinan, dan pemberdayaan umat.