TAKALAR, SULAWESI SELATAN — Di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) memilih merayakan Milad ke-49 dengan cara yang berbeda.
Bukan sekadar seremoni, DPW BKPRMI Sulawesi Selatan melalui BKPRMI Peduli Sulsel menyalurkan 49.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Puntondo, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Selasa (1/9/2026).

Bantuan tersebut menyasar warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-49 BKPRMI, sekaligus bentuk nyata komitmen organisasi untuk menghadirkan manfaat langsung di tengah masyarakat.
49 Tahun, 49 Ribu Liter Air
Pemilihan angka 49.000 liter bukan tanpa makna. Jumlah tersebut sengaja disesuaikan dengan usia BKPRMI yang pada tahun ini memasuki usia ke-49.
Wakil Ketua DPW BKPRMI Sulsel sekaligus Ketua Panitia Milad ke-49 BKPRMI Sulsel, Muhammad Nurdin, mengatakan momentum milad harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Kami ingin Milad ke-49 ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada masyarakat yang hari ini membutuhkan air, dan BKPRMI ingin hadir di tengah kebutuhan itu,” kata Muhammad Nurdin.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dinilai paling relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“49 tahun BKPRMI, 49 ribu liter air kami distribusikan. Ini memang sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Muhammad Nurdin menambahkan, gerakan BKPRMI Peduli Sulsel akan terus diarahkan untuk merespons persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
El Niño Tingkatkan Risiko Kekeringan
Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan berlangsung dalam kondisi iklim yang dipengaruhi fenomena El Niño.
BMKG memprakirakan El Niño pada 2026 berpotensi membuat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia menjadi lebih kering dan panjang. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kekeringan serta berkurangnya ketersediaan air.

Wilayah Sulawesi Selatan termasuk salah satu kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, khususnya pada periode Agustus hingga September.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang sumber airnya terbatas menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah tanggap yang penting sembari menunggu kondisi cuaca kembali membaik.
Pemerintah Kecamatan Apresiasi BKPRMI
Penyaluran air bersih di Puntondo turut dihadiri Camat Laikang, Marwan.
Marwan menyampaikan apresiasi kepada DPW BKPRMI Sulsel yang telah memilih wilayahnya sebagai salah satu lokasi penyaluran bantuan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BKPRMI Sulawesi Selatan. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya warga yang sedang menghadapi kesulitan air akibat kekeringan,” ujar Marwan.
Ia berharap aksi sosial tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak untuk ikut bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti BKPRMI sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Dari Milad untuk Masyarakat
Bagi BKPRMI Sulawesi Selatan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa eksistensi organisasi harus berbanding lurus dengan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Semangat pembinaan generasi muda, dakwah, dan kemasjidan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di lingkungan masjid, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.
49 tahun BKPRMI, 49 ribu liter air bersih menjadi pesan bahwa peringatan milad bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi tentang semakin luasnya manfaat yang dapat diberikan.