Ketua Umum DPW BKPRMI NTB Hadiri Milad ke-2 Ponpes Mamba’ul Qur’an, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berkarakter

Admin BKPRMI

Lombok Tengah, NTB – Peringatan Milad ke-2 Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an di Desa Jago, Kabupaten Lombok Tengah, berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan pada Ahad (31/5/2026). Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus syukur atas perjalanan pondok pesantren dalam membina generasi muda Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Nusa Tenggara Barat, H. Jamaludin, ST., yang turut memberikan sambutan dan motivasi kepada para santri, pengurus pondok, serta seluruh tamu undangan yang memadati lokasi acara.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an, TGH. Ahmad Irham Fahmi, Lc., para ustadz dan ustadzah, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri, serta ratusan santriwan dan santriwati.

Dalam sambutannya, H. Jamaludin menyampaikan apresiasi atas perkembangan Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an yang dinilainya mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi umat meskipun baru memasuki usia dua tahun.

“Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi dari manfaat yang telah dirasakan masyarakat. Dalam usia yang masih muda, Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an telah menunjukkan dedikasi besar dalam membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang memengaruhi kehidupan generasi muda.

Ia menegaskan bahwa pesantren merupakan pusat pembinaan karakter yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta kepemimpinan yang berlandaskan ajaran Islam.

Lebih lanjut, Jamaludin menilai visi Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an sejalan dengan misi BKPRMI dalam membina generasi muda dan remaja masjid. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mencetak generasi Qur’ani yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada para santri agar terus meningkatkan semangat belajar, memperdalam pemahaman agama, dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Menurutnya, para santri merupakan aset masa depan yang akan menjadi penerus perjuangan umat dan pemimpin bangsa di masa mendatang.

Tak hanya kepada para santri, apresiasi juga disampaikan kepada pimpinan pondok, para ustadz dan ustadzah, serta seluruh pengelola pesantren yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengabdikan diri dalam mendidik dan membina generasi Islam.

Rangkaian peringatan Milad ke-2 Pondok Pesantren Mamba’ul Qur’an ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan lembaga pendidikan tersebut. Harapannya, pesantren ini dapat terus berkembang, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan melahirkan lebih banyak generasi penghafal Al-Qur’an yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *