GUNTARA dan GEMAS Jabar Satukan 27 DPD BKPRMI, Garut Jadi Pusat Pembinaan Generasi Qurani

Admin BKPRMI

GARUT, JAWA BARAT — Puncak Gebyar Ustadz Ustadzah Nusantara (GUNTARA) dan Gema Sakinah (GEMAS) tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung di Kabupaten Garut, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang digelar selama satu hari penuh ini diikuti utusan dari 27 DPD BKPRMI se-Jawa Barat sebagai ajang silaturahmi, kompetisi, sekaligus penguatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan generasi muda di lingkungan masjid.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Pendopo Kabupaten Garut dan dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Ketua I DPP BKPRMI Drs. Yeyen Munawar, Dirnas LPKS BKPRMI Heryanto, Ketua umum DPW Jabar di Wakili Sekum DPW BKPRMI Drs. Saeful Bahri, jajaran DPW dan DPD BKPRMI se-Jawa Barat, Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya. Sementara rangkaian lomba dilaksanakan di Komplek MAN 1 Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik penyelenggaraan GUNTARA dan GEMAS di Kabupaten Garut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk menggali bakat, minat, dan potensi anak-anak, khususnya mereka yang aktif dalam kegiatan masjid.

“Intinya kompetisi-kompetisi yang dilaksanakan untuk mendorong bakat, minat dan potensi anak-anak kita,” ujar Abdusy Syakur dalam rangkaian persiapan kegiatan sebelumnya.

Ia berharap pembinaan melalui kegiatan keagamaan tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi terus berlanjut di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masjid. Dengan demikian, kegiatan GUNTARA dan GEMAS dapat memberikan kontribusi terhadap pembentukan generasi yang memiliki pemahaman agama sekaligus akhlak yang baik.

Ketua I DPP BKPRMI Drs. Yeyen Munawar menyampaikan selamat berlomba kepada seluruh peserta GUNTARA dan GEMAS dari 27 daerah di Jawa Barat. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-pengurus, ustadz dan ustadzah, sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap proses pembinaan yang selama ini berjalan di daerah masing-masing.

“GUNTARA dan GEMAS bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, bertukar pengalaman, dan evaluasi bersama agar pembinaan generasi Qurani di setiap daerah semakin baik,” kata Yeyen.

Yeyen juga menekankan pentingnya kebanggaan bagi setiap ustadz dan ustadzah dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pejuang, sekaligus garda terdepan dalam membumikan Al-Qur’an. Menurutnya, para ustadz dan ustadzah memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta ikut memperkuat gerakan pemberantasan buta tulis baca Al-Qur’an di Indonesia.

Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Barat Oleh Soleh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang telah mendukung penuh pelaksanaan GUNTARA dan GEMAS tingkat Jawa Barat. Ia mengatakan, kehadiran peserta dari 27 kabupaten/kota menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan BKPRMI dalam menjalankan agenda pembinaan generasi muda berbasis masjid.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut atas dukungan dan sambutannya. Kami berharap GUNTARA dan GEMAS menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BKPRMI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh stakeholder dalam membina generasi Qurani,” ujar Oleh Soleh.

Menurutnya, GUNTARA dan GEMAS juga menjadi bagian dari upaya BKPRMI memperkuat ekosistem pembinaan anak dan generasi muda melalui masjid. Kompetisi yang digelar diharapkan mampu memotivasi peserta untuk terus mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan aktivitas keagamaan.

Di tengah semarak pelaksanaan GEMAS VI tingkat Provinsi Jawa Barat 2026, kontingen “Kota Santri” DPD BKPRMI Tasikmalaya sukses mengukir sejarah gemilang dengan mempertahankan gelar Juara Umum.

Dengan melibatkan utusan dari 27 DPD BKPRMI se-Jawa Barat, puncak GUNTARA dan GEMAS di Garut menjadi salah satu agenda penting BKPRMI Jawa Barat dalam memperkuat silaturahmi organisasi dan pembinaan generasi Qurani. Garut pun menjadi titik pertemuan para kader, ustadz, ustadzah, dan peserta dari berbagai daerah dalam semangat membangun generasi yang berakhlak dan mencintai Al-Qur’an.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *