Wajo, Sulawesi Selatan – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Wajo resmi dilantik dalam suasana penuh khidmat di Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’Adiyah Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, Rabu (24/06/2026). Pelantikan yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) I dan Tabligh Akbar sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru yang berkomitmen memperkuat syiar Islam dan memakmurkan masjid di Kabupaten Wajo.

Mewakili Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Ketua I DPW BKPRMI Sulsel, Salihuddin, S.Ag., H.Q., menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua Umum yang tidak dapat hadir. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan LMD I sebelum pelantikan merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh pengurus memiliki kapasitas, komitmen, dan semangat perjuangan dalam mengemban amanah organisasi.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari pengabdian panjang dalam membina generasi muda melalui masjid. Karena itu, BKPRMI mewajibkan setiap calon pengurus mengikuti LMD I sebagai proses kaderisasi agar lahir para mujahid dakwah yang siap mengorbankan tenaga, waktu, dan pikirannya demi kemajuan umat.
Pada kesempatan tersebut, Salihuddin juga menyampaikan kabar menggembirakan dari Kabupaten Takalar, di mana pemerintah daerah telah mengalokasikan insentif sebesar Rp600 ribu per bulan bagi guru-guru TKA/TPA melalui APBD Tahun 2026. Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Wajo untuk memberikan perhatian serupa kepada para pendidik Al-Qur’an yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina generasi Qur’ani.

Ia juga mengungkapkan kesiapan DPD BKPRMI Wajo untuk menjadi tuan rumah Festival Remaja Masjid (FRM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk komitmen dalam menghidupkan aktivitas dakwah dan pembinaan kepemudaan berbasis masjid.
Dukungan terhadap kepengurusan baru BKPRMI Wajo juga datang dari Pemerintah Kabupaten Wajo. Bupati Wajo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan menyampaikan bahwa BKPRMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembinaan karakter generasi muda, khususnya melalui pendidikan Al-Qur’an di TKA/TPA. Pemerintah berharap sinergi tersebut terus diperkuat demi melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo yang menegaskan komitmennya mendukung berbagai program BKPRMI. Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum hijrah 10 Muharram sebagai titik awal lahirnya gerakan nyata dalam memakmurkan masjid, salah satunya melalui program Back to Masjid yang mendorong pemuda aktif menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kemakmuran rumah ibadah.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’Adiyah Doping, KH. Agustan Ranreng, S.Ag., memaparkan perjalanan pesantren yang dibangun dari semangat kebersamaan hingga kini berkembang dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Kober, RA, MTs, MA, serta rencana pendirian Sekolah Bola Daarul Mu’minin sebagai bagian dari pengembangan potensi generasi muda.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan Prof. Dr. Muhammad Agus, S.Th.I., M.Th.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan tiga prinsip utama yang harus menjadi pegangan setiap kader dakwah, yakni membekali diri dengan ilmu sebelum berdakwah (ta’allam qablal kalam), memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan kualitas ibadah, serta senantiasa memperbaiki diri sebelum mengajak orang lain menuju kebaikan.
Pelantikan DPD BKPRMI Wajo turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat As’Adiyah Wajo, unsur Forkopimcam Penrang, Ayahanda Dewan Pembina, Dewan Penasihat, Majelis Pakar, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta ratusan peserta LMD I dan kader BKPRMI yang siap menggerakkan dakwah berbasis masjid di Kabupaten Wajo.