BKPRMI Palembang Gelar GUNTARA I, Ratusan Guru Ngaji Unjuk Kompetensi dan Kreativitas

Admin BKPRMI

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Komitmen meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kreativitas guru ngaji terus diperkuat Dewan Pengurus Daera Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Palembang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara (GUNTARA) I Kota Palembang, yang berlangsung di Masjid Al Kahfi, Palembang, Ahad (20/9/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan ustadz dan ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TKA) dari berbagai wilayah di Kota Palembang. GUNTARA I mengangkat tema “Mengembangkan Potensi Guru Ngaji, Kokoh, Kreatif, dan Kompeten.”

Acara pembukaan GUNTARA I dibuka langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Ustadz Firdaus. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Firdaus juga menyerahkan secara simbolis plang papan nama Unit TKA/TPA sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an.

Bantuan tersebut merupakan dukungan Gubernur Sumatera Selatan berupa 2.500 papan plang nama untuk Unit TKA/TPA. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat identitas kelembagaan sekaligus mendukung keberadaan unit-unit pendidikan Al-Qur’an di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

“Dukungan pemerintah terhadap pendidikan Al-Qur’an sangat penting. Kehadiran papan nama bagi Unit TKA/TPA ini bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga menjadi penanda bahwa pendidikan Al-Qur’an terus tumbuh dan mendapatkan perhatian,” ujar Ustadz Firdaus.

Selain pembukaan dan penyerahan bantuan, rangkaian GUNTARA I juga diisi dengan pengenalan Aplikasi Bisa Ngaji BKPRMI. Aplikasi tersebut menjadi salah satu inovasi BKPRMI dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an sekaligus mendukung gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pendampingan untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Dalam kesempatan yang sama turut diperkenalkan Program Syafir, sebagai bagian dari upaya BKPRMI memperluas gerakan pembelajaran dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kehadiran berbagai program tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya dilakukan melalui pembinaan di TKA/TPA, tetapi juga dikembangkan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

GUNTARA I sendiri menjadi ruang bagi para guru ngaji untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas, sekaligus memperkuat silaturahmi antarpengajar Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para ustadz dan ustadzah yang selama ini berada di garda terdepan dalam pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.

Ketua BKPRMI Kota Palembang menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki karakter yang baik.

Menurutnya, keberadaan ustadz dan ustadzah di masjid, langgar, TPA, maupun TKA menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan sejak usia dini.

GUNTARA I tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga berbagai cabang perlombaan yang menguji kompetensi dan kreativitas para peserta. Di antaranya Tartil Al-Qur’an, Kaligrafi, Menggambar, Story Telling, Micro Teaching, Alat Permainan Edukatif (APE), serta Cerdas Cermat.

Ketua Panitia GUNTARA I, Hadi Abu Dzaki, menjelaskan bahwa keseluruhan rangkaian perlombaan diikuti sebanyak 162 peserta, terdiri atas peserta dari kategori ustadz dan ustadzah, serta peserta cerdas cermat yang terbagi dalam sejumlah grup.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru ngaji tidak hanya berkompetisi, tetapi juga saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring dalam membangun pendidikan Al-Qur’an yang semakin berkualitas.

Penyelenggara berharap GUNTARA dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan ruang bagi guru ngaji untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempererat ukhuwah.

Melalui GUNTARA I, bantuan 2.500 papan nama Unit TKA/TPA, Aplikasi Bisa Ngaji, dan Program Syafir, BKPRMI mempertegas komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang semakin kuat, adaptif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an dan mewujudkan generasi Sumatera Selatan yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *