BKPRMI Aceh Timur Imbau Masjid di Jalan Lintas Sumatera Siaga 24 Jam untuk Pemudik

Admin BKPRMI

Aceh Timur, Aceh – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPRMI Aceh Timur mengimbau seluruh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) agar membuka masjid selama 24 jam. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPD BKPRMI Aceh Timur, Muhammad Ishak, SPdI, MA, sebagai bentuk pelayanan kepada para musafir yang melintas di jalur strategis penghubung Banda Aceh–Medan.

Menurutnya, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik memiliki peran penting sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Dengan dibukanya masjid sepanjang waktu, para musafir dapat beristirahat, beribadah, sekaligus memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengharapkan seluruh BKM memberikan kesempatan kepada pemudik yang kelelahan untuk beristirahat di masjid. Masjid harus siaga 24 jam sebagai bentuk pelayanan kepada umat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh,” ujar Muhammad Ishak, Jumat (13/3/2026).

Menanggapi kekhawatiran sebagian pengurus masjid terkait potensi gangguan kebersihan maupun ketertiban, Cek Mad—sapaan akrab Muhammad Ishak—menegaskan bahwa kader BKPRMI siap membantu pengurus masjid. Ia telah menginstruksikan jajaran BKPRMI, baik di tingkat DPD maupun DPK, untuk turun langsung mendukung BKM dalam menjaga kenyamanan jamaah.

“Jika ada kekhawatiran soal sampah atau ketertiban, apalagi saat berbarengan dengan waktu Shalat Tarawih, kader BKPRMI siap membantu menertibkan kondisi di lapangan agar aktivitas ibadah tetap berjalan dengan nyaman,” jelasnya.

Cek Mad juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah masjid di wilayah Aceh Timur, pantai barat-selatan, hingga jalur tengah yang selama ini konsisten membuka pintu bagi para musafir. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa masjid yang menutup akses pada malam hari karena berbagai alasan.

Sebagai referensi bagi pemudik yang melintasi Aceh Timur, beberapa masjid yang kerap menjadi titik singgah antara lain Masjid Baiturrahim Pante Bidari, Masjid Al Kubra Julok, Masjid Baitul Muttaqin Darul Aman, Masjid Al Usmani Beunot Idi Cut, Masjid Kuburan Anak Tiga Paya Gajah, Masjid Syuhada Tanoh Anoe Idi, Masjid Manzilul Minan Keude Aceh, serta Masjid Zadul Muad Peureulak.

Menurutnya, masjid dibangun dari dana dan dukungan umat Islam, sehingga sudah sepatutnya keberadaannya memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Membangun masjid itu dari dana umat dan bantuan kaum muslimin. Karena itu, sudah selayaknya manfaatnya kembali dirasakan oleh umat, baik siang maupun malam, khususnya bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *