GOWA, SULAWESI SELATAN — Hampir setengah abad perjalanan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) diisi dengan kaderisasi dan pengabdian. Di Kabupaten Gowa, momentum Milad ke-49 itu dirayakan dengan mempertemukan kader lintas generasi, pengajian Maulid Nabi, dan penguatan sekretariat organisasi di Baitul Quran BKPRMI Gowa.

Puncak Milad ke-49 BKPRMI tingkat Kabupaten Gowa tersebut digelar di Baitul Quran BKPRMI Gowa dan dihadiri Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) BKPRMI Sulawesi Selatan, Muh Riswan, yang mewakili DPW BKPRMI Sulsel.
Hadir pula para senior BKPRMI, jajaran pengurus DPD BKPRMI Gowa, serta seluruh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) BKPRMI se-Kabupaten Gowa.
Bagi BKPRMI Gowa, perayaan tersebut tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum itu sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kembali para kader, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan arah gerakan pembinaan pemuda dan remaja masjid.

Ketua DPD BKPRMI Gowa, H Alimuddin Linrung, mengatakan rangkaian kegiatan sengaja dikemas dengan memadukan Milad ke-49 dan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Milad ini kami ingin rayakan dengan suasana yang dekat dengan ruh BKPRMI. Ada silaturahmi, ada pengajian Maulid, dan ada kebersamaan seluruh DPK. Terima kasih kepada seluruh DPK yang telah berpartisipasi dan ikut menyukseskan kegiatan ini,” kata Alimuddin.
Gowa dan Lumbung Kader BKPRMI
Direktur Wilayah LPPSDM BKPRMI Sulsel, Muh Riswan, dalam sambutannya menyebut Kabupaten Gowa memiliki posisi penting dalam perjalanan kaderisasi BKPRMI di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Gowa merupakan salah satu lumbung kader BKPRMI yang telah melahirkan banyak kader dan penggerak organisasi.

“Gowa ini adalah salah satu lumbung kader BKPRMI. Banyak kader lahir dan tumbuh dari rahim gerakan BKPRMI di Gowa. Karena itu, kekuatan Gowa harus terus dijaga melalui kaderisasi yang berkelanjutan,” ujar Muh Riswan.
Ia menekankan, usia 49 tahun harus menjadi momentum bagi BKPRMI untuk semakin serius menyiapkan generasi penerus.
“Menjelang setengah abad, tantangan kita bukan semakin ringan. Justru kader harus semakin kuat, semakin siap mengambil peran, dan semakin dekat dengan masjid serta persoalan umat,” katanya.
Menurut Riswan, kaderisasi tidak cukup hanya melahirkan pengurus organisasi. Kader BKPRMI harus memiliki kapasitas, karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan untuk memberi manfaat di tengah masyarakat.
Hikmah Maulid: Mencintai Nabi Bukan Sekadar Mengaku Cinta
Hikmah Maulid disampaikan Dr. Syarif dengan mengangkat tema tentang cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak jamaah tidak berhenti pada ungkapan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi menerjemahkannya dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Syarif, pertanyaan penting setelah mengaku mencintai Nabi adalah: bagaimana cara membuktikan cinta tersebut?
“Kalau kita mengatakan cinta kepada Nabi, maka cinta itu harus punya bukti. Bukan hanya menyebut nama beliau, bukan hanya bershalawat ketika Maulid, tetapi bagaimana akhlak Nabi hadir dalam kehidupan kita,” ujar Dr. Syarif.
Ia menjelaskan, salah satu cara mencintai Rasulullah adalah dengan mengenal perjalanan hidup, akhlak, perjuangan, dan ajaran beliau. Dari pengenalan itu kemudian tumbuh kecintaan yang mendorong seseorang untuk meneladani Rasulullah.
“Orang yang mencintai Nabi akan berusaha mengenal Nabi. Setelah mengenal, ia akan meneladani. Dan ketika meneladani, akhlaknya perlahan akan berubah,” katanya.
Dr. Syarif juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin dalam hubungan dengan sesama manusia, terutama melalui kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan akhlak yang baik.
“Ukuran cinta kita kepada Nabi dapat dilihat dari seberapa jauh akhlak beliau hidup dalam diri kita. Kalau Nabi mengajarkan kasih sayang, maka kita harus menjadi orang yang membawa kasih sayang. Kalau Nabi mengajarkan kejujuran, maka kita harus jujur,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat tempat penting dalam rangkaian Milad ke-49 BKPRMI Gowa, terutama karena gerakan BKPRMI sejak awal memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan generasi muda melalui masjid dan nilai-nilai Al-Qur’an serta keteladanan Rasulullah.
Kemenag Gowa Beri Apresiasi
Apresiasi juga disampaikan Kasi Penzawa Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H Ibrahim Matappa, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa.
Ia memuji pelaksanaan kegiatan yang menurutnya mampu memadukan semangat organisasi, pembinaan keagamaan, dan silaturahmi antarkader.

“Ini kegiatan yang sangat positif. BKPRMI memiliki peran penting dalam membina generasi muda, khususnya dalam menghidupkan masjid dan membangun kecintaan anak muda terhadap nilai-nilai agama,” ujar Ibrahim.
Ia berharap BKPRMI terus menjadi mitra strategis dalam pembinaan keagamaan dan kepemudaan di Kabupaten Gowa.
Lomba Tumpeng Meriahkan Milad
Suasana puncak Milad ke-49 semakin semarak dengan lomba tumpeng yang diikuti perwakilan DPK BKPRMI dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa.
Lomba tersebut tidak semata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol kekompakan dan kreativitas kader di tingkat kecamatan. Setiap perwakilan membawa kreasi tumpeng sebagai bagian dari perayaan hari lahir BKPRMI.
Kegiatan di Baitul Quran BKPRMI Gowa itu pun menjadi pertemuan lintas generasi—para senior, pengurus, dan kader dari berbagai kecamatan—dalam satu ruang yang sama.
Milad ke-49 akhirnya tidak hanya dirayakan sebagai perjalanan waktu, tetapi sebagai pengingat bahwa gerakan BKPRMI masih memiliki pekerjaan panjang: menjaga masjid tetap hidup, menyiapkan kader yang tangguh, dan menghadirkan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an serta Rasulullah SAW.