Sinjai, Sulawesi Selatan — Semangat membumikan Al-Qur’an terus digaungkan oleh BKPRMI Kabupaten Sinjai melalui program “Tebar Sejuta Al-Qur’an” yang dilaksanakan bersama Relawan Wakaf Al-Qur’an (RWA) Sulawesi Selatan, Sarana Penghafal Al-Quran Indonesia (SPAI), dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ).
Kegiatan sosial dan dakwah tersebut berlangsung di Masjid Besar Nurul Amal Bikeru, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, pada Minggu (18/05/2026), dengan melibatkan ratusan santri TK/TPA binaan BKPRMI.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 213 mushaf Al-Qur’an serta 50 buku Iqro disalurkan kepada santri dari 11 unit TK/TPA BKPRMI Kecamatan Sinjai Selatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an bagi para santri.
Pimpinan RWA Sulawesi Selatan, Brigpol Suryadi, menyampaikan bahwa program wakaf Al-Qur’an tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Menurutnya, masih banyak santri di berbagai daerah yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an yang layak untuk digunakan belajar sehari-hari.
“Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat para santri dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Semoga lahir generasi Qur’ani yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ketua BKPRMI Sinjai, Ustadz Bahtiar Rasak, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai lembaga dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan remaja.
Ia menilai bantuan Al-Qur’an dan buku Iqro tersebut sangat membantu proses pembelajaran santri TK/TPA binaan BKPRMI di Sinjai Selatan.
“Atas nama BKPRMI Sinjai, kami menyampaikan terima kasih kepada RWA Sulsel, SPAI, dan WIZ yang telah memberikan perhatian kepada para santri. Ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk semakin rajin belajar mengaji,” katanya saat memberikan keterangan, Senin (18/05/2026).
Kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an itu juga disaksikan langsung oleh Ketua MPD BKPRMI Sinjai, Ustadz Andi Ansar, serta Ketua DPK BKPRMI Sinjai Selatan, Ustadz Muh. Ilyas, bersama para guru mengaji dan masyarakat setempat.