Palembang, Sumatera Selatan — Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPK BKPRMI) Sukarami Palembang menggelar kegiatan Pembinaan Ustadz/Ustadzah dengan tema Peran Guru Ngaji dalam Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 16.30 WIB ini dilaksanakan di TPA Plus Tahfidz Ummul Tumina terintegrasi dengan SDIT Alhanan Unit 588 Kecamatan Sukarami, Palembang, dan diikuti sekitar 60 ustadz dan ustadzah dari berbagai unit TKA/TPA Plus Tahfidz di wilayah Sukarami.

Kegiatan rutin bulanan DPK BKPRMI Sukarami tersebut menghadirkan narasumber utama, Ketua V DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Dra. Rima Andarsih yang membawakan materi tentang pentingnya peran guru ngaji dalam mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Sumatera Selatan.
Dalam pemaparannya, Rima Andarsih menegaskan bahwa guru ngaji merupakan ujung tombak pertama dalam membantu pemerintah membebaskan masyarakat dari buta huruf Al-Qur’an. Menurutnya, meskipun saat ini telah banyak lembaga pengelola pendidikan Al-Qur’an, partisipasi aktif para guru ngaji tetap sangat dibutuhkan.
“Guru ngaji harus terus meningkatkan kompetensi diri, membuka ruang pengajian bagi masyarakat dewasa dan lansia di sekitar lingkungan masing-masing, serta mengajak wali santri untuk ikut belajar Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan karakter santri melalui peningkatan akhlak mulia, kejujuran, sopan santun, serta ketaatan dalam beribadah. Selain itu, Rima mengajak seluruh pengelola unit TKA/TPA untuk menerapkan sistem subsidi silang dalam pengelolaan dana pendidikan santri agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa belajar mengaji.
“Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an akan Allah angkat derajatnya di dunia maupun di akhirat. Karena itu, mari bersama-sama terus menghidupkan semangat belajar Al-Qur’an,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rima juga menyampaikan rencana besar DPW BKPRMI Sumatera Selatan yang akan menggelar Tasyakuran, Khataman Wisuda Akbar dan Wisuda Tahfidz 10 ribu santri se-Sumatera Selatan pada Agustus 2026 mendatang di Gedung PSCC Palembang. Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan secara online dan offline serta akan dihadiri Menteri Agama RI.
Sementara itu, Kepala Sekolah TPA Plus Tahfidz Unit 588 Ummul Tumina, Drs. M. Yus Anwari mengatakan bahwa pembinaan rutin ini menjadi sarana silaturahmi dan mempererat ukhuwah antarunit dan guru ngaji.
“Pembinaan seperti ini harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara bergiliran agar informasi terbaru dari organisasi cepat tersampaikan kepada seluruh unit,” katanya.
Ketua DPK BKPRMI Sukarami Palembang, Musnawati juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjalankan program-program pembinaan organisasi dan memperkuat kekompakan antar pengurus serta guru ngaji.
Menurutnya, salah satu program yang akan kembali diaktifkan adalah Depot Iqro sebagai upaya menambah kas organisasi dan mendukung kegiatan-kegiatan DPK BKPRMI Sukarami ke depan.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi ustadz dan ustadzah dalam manajemen administrasi lembaga pendidikan Al-Qur’an, penguatan kurikulum TKA/TPA Plus Tahfidz, serta memperkuat kontribusi BKPRMI dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an di Sumatera Selatan.