BKPRMI NTB Dukung Pencanangan “NTB Serambi Al-Qur’an”, Siap Kawal Implementasi Program Qur’ani di Masyarakat

Admin BKPRMI

MATARAM, NTB — Ketua Umum BKPRMI NTB dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menggelar Sholat teraweh dan tadarusan Al-Qur’an dalam rangkaian Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan tersebut di gagas oleh LPTQ NTB yang bertempat di Pendopo Gubernur NTB.

Adapun unsur yang hadir di acara tersebut, para tuan guru dan ulama, pimpinan ormas Islam, tokoh masyarakat, serta qari dan hafidz dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Hadir pula jajaran LPTQ NTB, IFQAH, BAZNAS, Dewan Pengurus IC, BKPRMI, PW NU, PB NW, PB NWDI, PWM dan sejumlah organisasi keagamaan lainnya.

Pada momentum tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mencanangkan slogan baru, “NTB Serambi Al-Qur’an”, sebagai arah moral dan kultural pembangunan daerah ke depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Iqbal menegaskan bahwa konsep “Serambi Al-Qur’an” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan tata kelola pemerintahan.

“NTB Makmur Mendunia membutuhkan pondasi akhlak. Serambi Al-Qur’an menjadi ruh yang menuntun arah kemajuan daerah,” tegasnya.

Menurut Gubernur, kemakmuran yang dicita-citakan dalam visi “NTB Makmur Mendunia” tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas spiritual, sosial, dan moral masyarakat.

Nilai-nilai Qur’ani diharapkan melahirkan budaya kerja yang jujur, disiplin, amanah, serta berorientasi pada pelayanan publik yang bersih dan berkeadilan.

Ia menambahkan, konsep “Serambi Al-Qur’an” juga menggambarkan NTB sebagai beranda peradaban religius yang menghadirkan suasana damai, santun, dan harmonis bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung. Dengan identitas tersebut, NTB diharapkan mampu memperkuat daya saing di tingkat nasional dan global tanpa meninggalkan akar nilai keislaman dan budaya lokal.

Dalam gelaran tadarusan bersama di Pendopo Gubernur NTB, lahir penegasan dua identitas besar daerah: “NTB Ribuan Masjid” dan “NTB Serambi Al-Qur’an.”

Selama ini, NTB dikenal luas dengan julukan NTB Seribu Masjid — sebuah identitas yang tidak sekadar menunjukkan banyaknya jumlah masjid, tetapi juga mencerminkan kuatnya tradisi religius, budaya gotong royong membangun rumah ibadah, serta peran sentral masjid dalam kehidupan sosial masyarakat.

Masjid di NTB bukan hanya tempat shalat, melainkan pusat pendidikan, dakwah, musyawarah, bahkan pemberdayaan ekonomi umat. Dari desa hingga kota, denyut kehidupan masyarakat tidak lepas dari aktivitas masjid.

Kini, identitas tersebut diperkuat dengan pencanangan jargon baru: NTB Serambi Al-Qur’an. Jika “Ribuan Masjid” merepresentasikan fisik dan infrastruktur keagamaan, maka “Serambi Al-Qur’an” menegaskan ruh dan nilai yang menghidupi bangunan tersebut.

Serambi Al-Qur’an mengandung makna bahwa NTB ingin menjadi beranda peradaban Qur’ani — daerah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam akhlak masyarakat, tata kelola pemerintahan, sistem pendidikan, hingga pelayanan publik.

Kedua jargon ini saling melengkapi. Ribuan masjid menjadi wadahnya, sementara Al-Qur’an menjadi isinya. Masjid yang ramai, namun juga dihidupkan dengan tilawah, tadarrus, kajian, pembinaan generasi muda, dan gerakan sosial berbasis nilai-nilai Qur’ani.

Ketua BKPRMI NTB, H. Jamaludin yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyambut baik Pencangan “, NTB SERAMBI AL-QUR’AN,” dan berharap implementasinya di wujudkan melalui program nyata, dan saya yakin LPTQ NTB di Bawah kepemimpinan Dr. TGH, Sabarudin Abdurrahman, Insya’allah dapat terwujud,” pungkasnya

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *