380 Guru Ngaji Ikuti Penataran Paket A, DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya Perkuat Kompetensi Pendidik Al-Qur’an

Admin BKPRMI

Tasikmalaya, Jawa Barat — Dalam rangkaian Milad ke-49 BKPRMI, DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya melalui LPPTKA BKPRMI Kota Tasikmalaya menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Penataran Paket A Angkatan ke-1 bagi ustadz dan ustadzah PAUDQu/TKA/TPA/TQA se-Kota Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 14.30 WIB tersebut diikuti sebanyak 380 peserta yang merupakan utusan dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an se-Kota Tasikmalaya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BKPRMI dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para guru ngaji serta tenaga pendidik Al-Qur’an, sekaligus memperkuat kualitas tata kelola lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Sejumlah materi strategis diberikan kepada peserta. Materi Manajemen Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Al-Qur’an disampaikan oleh Nuki Anwar Sidik, S.HI, Wakil Direktur Wilayah LPPTKA Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Tasikmalaya.

Selanjutnya, materi Pengelolaan Kelas disampaikan oleh H. Asep Marpudin, M.Pd.I, Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Jawa Barat. Materi Metodologi Iqro disampaikan oleh Ust. Rahmat Hidayat, M.Pd.I, Sekretaris Daerah LPPTKA BKPRMI Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, materi Bermain, Cerita, dan Menyanyi (BCM) disampaikan oleh Oom Rohmah, S.Pd.I dan Dini Apriyani, S.Pd.I, yang merupakan pengurus LPPTKA Kota Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Kasi Pakis Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs. H. Danial Abdul Kholik, M.Si., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara mengapresiasi pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru Penataran Paket A Angkatan ke-1 tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas guru ngaji dan tenaga pendidik Al-Qur’an merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan dan akhlak yang kuat.

“Guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kualitas para pendidik Al-Qur’an harus terus didorong dan mendapatkan perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara BKPRMI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh lembaga pendidikan Al-Qur’an dapat terus diperkuat sehingga pembinaan generasi Qur’ani di Kota Tasikmalaya berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penataran, tetapi dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan guru yang semakin kompeten, insyaallah akan lahir generasi yang cinta Al-Qur’an, berprestasi, berakhlakul karimah, dan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang semakin maju dan religius,” tambahnya.

Penataran Paket A ini tidak hanya diarahkan untuk menambah wawasan para guru, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keseragaman pemahaman mengenai administrasi pembelajaran yang ideal, penguatan metodologi Iqro, serta penerapan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak.

Melalui kegiatan tersebut, BKPRMI Kota Tasikmalaya berharap kualitas lembaga pendidikan Al-Qur’an semakin meningkat dan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada para santri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar BKPRMI dalam memperkuat ekosistem pendidikan Al-Qur’an, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengelolaan lembaga, hingga pengembangan metode pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan bagi anak.

Dengan semakin kompetennya para guru ngaji, diharapkan lembaga PAUDQu, TKA, TPA, dan TQA di Kota Tasikmalaya dapat terus berkembang dan melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, saleh dan salehah, berakhlakul karimah, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.

Rangkaian kegiatan Milad ke-49 BKPRMI ini pun menegaskan bahwa momentum milad bukan sekadar perayaan organisasi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pendidikan, meningkatkan kualitas kader dan pendidik, serta menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *