RAPIMWIL BKPRMI SULSEL 2026: Konsolidasi Organisasi Diperkuat, Gerakan Pemuda Masjid Diarahkan Berdampak bagi Umat

Admin BKPRMI

MAKASSAR — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dan aksi nyata bagi masyarakat.

RAPIMWIL yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Hotel Grand Asia, Kota Makassar ini diikuti jajaran pimpinan BKPRMI Sulsel dan Khusus DPD BKPRMI Se-Sulsel dihadiri Ketua Umum, Sekretaris Umum serta Bendahara Umum. Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi program, penguatan struktur organisasi, serta penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan kontribusi BKPRMI dalam pembinaan generasi muda dan pemberdayaan umat.

Dalam laporannya, Ketua Panitia RAPIMWIL DPW BKPRMI Sulsel, Dr. Muhammad Nurdin, menyampaikan bahwa pelaksanaan RAPIMWIL 2026 merupakan bagian dari agenda strategis organisasi untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan program, serta menyatukan langkah seluruh jajaran BKPRMI Sulawesi Selatan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi berbagai tantangan organisasi sekaligus merumuskan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat wilayah hingga kabupaten/kota.

Dr. Muhammad Nurdin menambahkan, RAPIMWIL tidak boleh berhenti sebagai forum administratif dan seremonial, tetapi harus menghasilkan keputusan dan program yang memiliki dampak nyata bagi kader, pemuda, remaja masjid, serta masyarakat luas.

Karena itu, seluruh peserta didorong untuk aktif memberikan gagasan dan masukan konstruktif, sehingga hasil RAPIMWIL dapat menjadi pijakan dalam memperkuat peran BKPRMI sebagai organisasi kepemudaan berbasis masjid yang berkontribusi dalam pembinaan generasi Qur’ani, pemberdayaan umat, serta pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan strategis ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Muh. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., MARS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari seluruh DPD BKPRMI se-Sulawesi Selatan, serta para Direktur Wilayah (Dirwil) dari sembilan lembaga otonom DPW BKPRMI Sulsel.

RAPIMWIL Harus Melahirkan Aksi Nyata

Dalam sambutannya, Asisten I Setda Sulsel, Ishaq Iskandar, mengatakan RAPIMWIL merupakan momentum krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan konsolidasi organisasi.

Ia berharap gerakan BKPRMI ke depan semakin adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap dalam Rapimwil ini, setiap rekomendasi dapat diterjemahkan menjadi gerakan aksi nyata. Bukan hanya sekadar wacana dan diskusi semata, tetapi juga menjadi aksi yang nyata di masyarakat, terutama dalam membangun kualitas SDM, serta generasi muda menuju Sulsel yang maju dan berkarakter untuk Indonesia Emas, bukan Indonesia cemas,” tegasnya.

Menurut Ishaq, pembangunan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter generasi muda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Sulawesi Selatan menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Tiga Pilar Strategis BKPRMI Sulsel

Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulsel, Asri Said, S.T., M.T., dalam sambutannya memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fokus RAPIMWIL tahun 2026, yakni penguatan internal dan struktur fungsional, penguatan eksternal melalui pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat, serta optimalisasi fungsi masjid.

Pilar pertama adalah penguatan internal dan struktur fungsional organisasi. Menurut Asri Said, konsolidasi tidak cukup hanya dengan membentuk struktur kepengurusan, tetapi harus memastikan seluruh struktur benar-benar aktif menjalankan fungsi organisasi.

“Target kepengurusan harus sempurna dan menyeluruh mulai dari tingkat DPD, DPK, DPDes, hingga DPKel. Tidak sekadar terbentuk secara administratif, tetapi seluruh struktur harus berjalan secara fungsional dan aktif bergerak,” tegasnya.

Pilar kedua adalah penguatan eksternal melalui pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat. Fokus tersebut mencakup penguatan berbagai unsur binaan BKPRMI, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Remaja Masjid, dai, pembina, kader, hingga Persatuan Orang Tua Santri.

Selain penguatan pembinaan internal lembaga, BKPRMI Sulsel juga mendorong perluasan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BKPRMI Peduli dibawah koordinasi Baznas di tingkat provinsi, sehingga potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Pilar ketiga adalah optimalisasi fungsi masjid. BKPRMI Sulsel mendorong masjid agar tidak hanya diposisikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pembinaan generasi, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Tak hanya itu, optimalisasi fungsi masjid juga menjadi perhatian utama kita ke depan dengan menjadikan masjid sebagai pusat dakwah yang adaptif, ramah anak, sehat, serta berfungsi multiguna dan tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual semata,” imbuhnya.

Dari Konsolidasi Menuju Gerakan Berdampak

RAPIMWIL BKPRMI Sulsel 2026 menjadi momentum untuk memastikan konsolidasi organisasi berjalan seiring dengan penguatan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi DPW, DPD, hingga struktur BKPRMI di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan untuk bergerak secara lebih terarah dan terukur.

Penguatan kaderisasi, pembinaan generasi Qur’ani, pemberdayaan masyarakat, optimalisasi masjid, serta penguatan kelembagaan menjadi bagian dari agenda besar BKPRMI Sulsel dalam membangun ekosistem gerakan pemuda masjid yang aktif, produktif, dan memberikan manfaat.

Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, BKPRMI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan generasi muda yang berkarakter.

Semangat tersebut sekaligus menjadi kontribusi BKPRMI Sulsel dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan menghadirkan gerakan pemuda masjid yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

RAPIMWIL 2026 pun diharapkan menjadi titik penguatan gerakan bersama: dari konsolidasi organisasi menuju aksi nyata, dari masjid untuk umat, dan dari Sulawesi Selatan untuk Indonesia Emas.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *