Brigade Masjid BKPRMI NTB Gelar Pelatihan Tanggap Bencana untuk Remaja Masjid, Siap Jadi Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan

Admin BKPRMI

Lombok Barat, NTB – Komitmen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam membangun generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap kemanusiaan kembali diwujudkan melalui Pelatihan Penanggulangan Bencana Brigade Masjid yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026, di Bumi Perkemahan Terenggani, Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar.

Mengangkat tema “Kemanusiaan Berbasis Iman: Menyiapkan Kader Remaja Masjid dalam Tanggap Siaga Bencana”, kegiatan tersebut diikuti 38 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan remaja masjid dari berbagai wilayah di NTB. Pelatihan ini dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kesiapan mental, kemampuan teknis, serta kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Ketua Panitia, Raga Solihantara, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya menghadirkan remaja masjid yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran nyata saat masyarakat menghadapi kondisi darurat.

“Kami ingin remaja masjid menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, siap membantu masyarakat ketika terjadi bencana maupun dalam berbagai kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi NTB, Camat Lingsar, Kapolsek Lingsar, Kepala Desa Batu Mekar, serta Kepala Desa Karang Bayan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas generasi muda di bidang kebencanaan.

Ketua Umum DPW BKPRMI NTB, H. Jamaludin, S.T., menegaskan bahwa posisi NTB sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi menuntut hadirnya sumber daya manusia yang siap siaga dan memiliki kompetensi dasar dalam penanganan bencana.

Menurutnya, BKPRMI memiliki tanggung jawab untuk melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan mitigasi, evakuasi, hingga pertolongan pertama kepada masyarakat.

“Keimanan harus melahirkan kepedulian. Karena itu kami ingin kader BKPRMI mampu menjadi pelayan kemanusiaan yang hadir memberi manfaat bagi sesama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ungkap Jamaludin.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) BKPRMI NTB, Nanang Edward, S.H., menilai Brigade Masjid merupakan salah satu instrumen strategis organisasi yang harus terus diperkuat. Menurutnya, keberadaan Brigade Masjid tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk Basarnas dan Kepolisian, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam setiap kondisi darurat.

Melalui pelatihan ini, BKPRMI NTB berharap lahir kader-kader Brigade Masjid yang profesional, sigap, dan berjiwa kemanusiaan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat NTB yang semakin tangguh, adaptif, dan siap menghadapi risiko bencana.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *