Ribuan Orang Hadiri Haflah Musyahadah Wisuda 477 Santri LPPTKA BKPRMI Takalar di Pantai Topejawa

Admin BKPRMI

TAKALAR, SULAWESI SELATAN — Haflah Musyahadah Wisuda Santri TK/TPA LPPTKA DPK BKPRMI Kecamatan Sanrobone dan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, berlangsung meriah dan penuh khidmat di kawasan Wisata Pantai Topejawa, Ahad (24/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang Menuju Takalar Maju” ini dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari santri, orang tua santri, pembina TPA, serta tokoh pemerintah dan masyarakat.

Sebanyak 477 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk syukur atas keberhasilan menyelesaikan proses pembelajaran dan munaqasyah Al-Qur’an di TK/TPA LPPTKA BKPRMI. Acara diawali dengan berbagai persembahan hiburan Islami dan budaya dari utusan TK/TPA, seperti penampilan nasyid, drama religi, musikalisasi puisi, hingga tari tradisional yang memukau para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Asri Said, Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Budaya Dr. Muhammad Nurdin, Kepala Dinas PTSP Takalar Fatma, Anggota DPRD Takalar Mansur Salam, Kabag TU Kemenag Takalar H. Muh. Afrizal, Kasubag Keagamaan Kesra Setda Takalar Mustakim, unsur Polres Takalar, Kodim 1426/Takalar, Dirwil LPPTKA BKPRMI Sulsel Hendra Muh. Ismail, Ketua Umum DPD BKPRMI Takalar Abdullah Hasan, Ketua MPD BKPRMI Takalar Aksin Suarso, Ketua PD Muhammadiyah Takalar, PCNU Takalar, hingga para Ketua DPK BKPRMI se-Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi kepada seluruh santri, orang tua, guru mengaji, dan BKPRMI yang terus konsisten membina generasi Qur’ani di Kabupaten Takalar.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi telah melalui proses pendidikan keagamaan yang memberikan bekal akhlak, moral, dan pembentukan karakter bagi anak-anak kita. Saya berharap wisuda ini bukan menjadi akhir belajar Al-Qur’an, tetapi langkah awal untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan ibadah lainnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan mental dan spiritual.
“Adab harus lebih tinggi dari ilmu. Anak-anak kita harus terus menjaga shalat, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, menghargai orang tua dan sesama, serta tidak mudah terpengaruh lingkungan yang tidak baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan Asri Said berharap para santri yang telah diwisuda tetap menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dan pembinaan setelah menyelesaikan pendidikan dasar Al-Qur’an.

“Anak-anak yang sudah diwisuda harus tetap berada di lingkungan masjid dan selanjutnya menjadi remaja masjid yang memakmurkan masjid. Masjid harus menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak. Jika mereka tidak nyaman di masjid, maka mereka akan mencari tempat lain yang membuat mereka nyaman,” katanya.

Menurutnya, menjaga generasi muda tetap dekat dengan masjid bukan hanya tugas BKPRMI, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengurus masjid, hingga masyarakat sekitar.
“Kita ingin masjid menjadi pusat peradaban dan pembinaan umat, bukan hanya tempat ibadah. Siapa lagi yang akan membangun Takalar kalau bukan anak-anak kita yang memiliki akhlak Qur’ani,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan Kabag TU Kemenag Takalar H. Muhammad Afrizal yang menilai BKPRMI terus menghadirkan generasi Qur’ani melalui pembinaan yang berkesinambungan.

“Kami berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan BKPRMI. Anak-anak jangan berhenti belajar dan terus menunjukkan prestasi yang lebih baik lagi. Terima kasih kepada para pembina yang dengan ikhlas mengajarkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ketua Umum DPD BKPRMI Takalar Abdullah Hasan menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap seluruh program BKPRMI.
“Pemerintah Takalar sangat mencintai BKPRMI dan selalu mendukung kegiatan-kegiatan pembinaan generasi Qur’ani. BKPRMI hadir bukan sekadar nama, tetapi benar-benar mendampingi guru mengaji dan mencetak generasi cemerlang menuju Takalar maju,” ungkapnya.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para guru mengaji Al-Qur’an yang terus istiqamah mengabdikan diri membina santri.

“Tidak ada jalan lain menghadirkan daerah yang diberkahi selain dengan melahirkan generasi Qur’ani yang beriman dan bertakwa. Semoga para guru mengaji senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, dan kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Usman dalam laporannya menyampaikan bahwa Haflah Musyahadah merupakan agenda tahunan BKPRMI Takalar sebagai bentuk syukur setelah pelaksanaan ujian munaqasyah santri.

Ia menjelaskan, jumlah peserta berasal dari Kecamatan Sanrobone sebanyak 276 santri dan Kecamatan Polongbangkeng Selatan sebanyak 247 santri yang mengikuti rangkaian pembinaan dan evaluasi pembelajaran Al-Qur’an.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *