MATARAM, NTB — Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Nusa Tenggara Barat terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui Rapat Pleno Pengurus yang berlangsung di Kantor PT Citra Jaya Graha, Jempong Selatan, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis mulai dari kesiapan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XII Tahun 2027, perlindungan sosial guru ngaji, pengiriman delegasi internasional, hingga penguatan program sosial kemasyarakatan.

Rapat pleno dibuka oleh Sekretaris Umum DPW BKPRMI NTB, Ustadz Mustaqim, dan dipimpin langsung Ketua Umum DPW BKPRMI NTB, H. Jamaludin, ST. Dalam arahannya, pengurus diminta aktif dan responsif mengawal seluruh program organisasi agar berdampak nyata bagi umat.
Salah satu agenda utama yang dibahas ialah tindak lanjut hasil Rapimnas BKPRMI 2026 terkait pelaksanaan FASI XII Tahun 2027. DPW BKPRMI NTB menyatakan siap mengawal proses persiapan kegiatan nasional tersebut, termasuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi terkait kesiapan tuan rumah.
Saat ini, Provinsi Maluku masih diberikan waktu oleh DPP BKPRMI untuk memastikan kesiapan menjadi tuan rumah FASI XII. Namun demikian, DPW BKPRMI NTB juga menyampaikan pandangan strategis agar apabila terjadi perubahan lokasi pelaksanaan, kegiatan dapat dipindahkan ke daerah yang lebih mudah dijangkau seperti DKI Jakarta, Banten, atau Jawa Barat demi efisiensi biaya transportasi dan akomodasi peserta dari daerah.
Selain itu, pleno juga membahas langkah konkret implementasi kerja sama BKPRMI dengan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan subsidi iuran sebesar 50 persen bagi guru ngaji melalui skema pekerja bukan penerima upah (BPU).

DPW BKPRMI NTB dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan wilayah NTB guna menyusun mekanisme teknis pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru ngaji di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Program ini menjadi bentuk perhatian BKPRMI terhadap kesejahteraan dan perlindungan sosial guru ngaji yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan generasi Qurani,” ungkap salah satu pengurus dalam pleno tersebut.
Momentum rapat pleno juga diwarnai dengan pelepasan dua delegasi terbaik NTB untuk mengikuti MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia yang akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta pada 23–25 Mei 2026.
Dua peserta yang mewakili NTB tersebut masing-masing berasal dari DPD BKPRMI Kabupaten Sumbawa untuk kategori Qori dan DPD BKPRMI Kabupaten Lombok Tengah untuk kategori Qoriah. Kehadiran delegasi ini diharapkan mampu mengharumkan nama NTB sekaligus menunjukkan kualitas kader BKPRMI di tingkat internasional.

Tidak hanya fokus pada kegiatan syiar dan pembinaan, DPW BKPRMI NTB juga mempertegas komitmennya dalam aksi sosial kemasyarakatan. Dalam pleno tersebut, BKPRMI NTB resmi menjalin sinergi bersama Mim Foundation untuk menjalankan dua program sosial unggulan.
Program pertama yakni BBM (Bersih-Bersih Masjid) yang difokuskan pada upaya menjaga kebersihan, kesucian, dan keindahan masjid-masjid di pelosok NTB. Sementara program kedua adalah Tebar Kurban Kemasan, sebuah inovasi distribusi daging kurban yang dikemas lebih higienis, praktis, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas.
Menutup rapat pleno, Ketua Umum DPW BKPRMI NTB H. Jamaludin, ST mengajak seluruh jajaran pengurus untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan gerak organisasi di tengah masyarakat.
“Seluruh pengurus harus tetap aktif, solid, dan taktis dalam mengawal setiap program organisasi. Semua agenda ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk kemaslahatan umat dan kemajuan pemuda remaja masjid di Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.