Rapimnas 2026: Kementerian Koperasi Gandeng BKPRMI Kembangkan Koperasi Masjid Produktif di Seluruh Indonesia

Admin BKPRMI

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat BKPRMI menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 14 Mei 2026 dengan mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia”. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus BKPRMI dari seluruh Indonesia mulai tingkat pusat, wilayah hingga daerah.

Dalam forum strategis nasional tersebut, Kementerian Koperasi Republik Indonesia menjadi salah satu narasumber utama yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus. Dalam paparannya, Panel Barus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan Islam dalam membangun ekonomi umat berbasis masjid dan koperasi.

Mewakili Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, Panel Barus menyampaikan salam kepada seluruh keluarga besar BKPRMI serta apresiasi atas terselenggaranya Rapimnas BKPRMI 2026. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara Kementerian Koperasi dan DPP BKPRMI melalui penandatanganan nota kesepahaman bukan sekadar seremoni administratif, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami memandang masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan rakyat, pusat pendidikan, pusat solidaritas sosial, dan pusat penguatan ekonomi rakyat. Karena itu pemuda dan remaja masjid memiliki posisi strategis dalam membangun gerakan ekonomi umat yang mandiri dan berkeadilan,” ujar Panel Barus.

Ia mengungkapkan bahwa BKPRMI memiliki kekuatan besar dengan jaringan masjid yang luas di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Ketua Umum DPP BKPRMI, terdapat lebih dari 700 ribu masjid di Indonesia dan sekitar 80 persen aktivitas BKPRMI berada di lingkungan masjid.

“Ini kekuatan yang luar biasa. Jika potensi pemuda masjid dikonsolidasikan melalui koperasi, maka Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi rakyat yang besar, kuat, dan berkelanjutan,” katanya.

Panel Barus juga menekankan pentingnya peran generasi muda masjid dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, momentum bonus demografi pada tahun 2035 harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi peluang kebangkitan ekonomi nasional, bukan justru menjadi ancaman sosial akibat tingginya pengangguran usia produktif.

“Pemuda masjid harus menjadi pemain utama menuju Indonesia Emas 2045. Karena pada tahun 2035 nanti sekitar 70 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif. Jika tidak disiapkan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonominya, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panel Barus juga mendorong pembentukan koperasi pemuda masjid yang produktif dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar masjid. Ia menegaskan bahwa misi utama koperasi masjid harus mampu menghapus kemiskinan di lingkungan sekitar rumah ibadah.

“Minimal radius satu kilometer dari masjid tidak boleh ada kemiskinan. Itu harus menjadi tekad bersama pemuda dan remaja masjid. Jangan sampai rumahnya dekat masjid tetapi hidupnya masih miskin,” ujarnya disambut antusias peserta Rapimnas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan digitalisasi koperasi, literasi keuangan syariah, pengembangan usaha halal, serta kewirausahaan generasi muda sebagai bagian dari transformasi ekonomi umat berbasis masjid.

Dalam paparannya, Panel Barus juga menjelaskan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan mengatasi kemiskinan desa melalui penguatan koperasi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan usaha rakyat, hingga penampungan hasil panen petani dan nelayan.

Menurutnya, koperasi desa hadir untuk memutus rantai distribusi panjang yang menyebabkan harga kebutuhan pokok mahal, sekaligus membebaskan masyarakat desa dari jeratan rentenir dan tengkulak.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi solusi nyata bagi kemiskinan desa. Karena desa yang selama ini menyuplai kebutuhan hidup bangsa justru menjadi kantong kemiskinan terbesar,” jelasnya.

Ia juga mengajak BKPRMI untuk terlibat aktif dalam pengembangan koperasi masjid, termasuk di wilayah pesisir, dengan memanfaatkan potensi ekonomi kelautan dan perikanan secara produktif melalui koperasi pemuda masjid.

Di akhir penyampaiannya, Panel Barus berharap sinergi antara Kementerian Koperasi dan BKPRMI dapat melahirkan program-program konkret yang mampu memperkuat ekonomi umat serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata di tengah masyarakat.

“Pemuda masjid bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga harus menjadi pelopor kebangkitan ekonomi rakyat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *