Palopo, Sulawesi Selatan – Sebanyak 424 santri TKA/TPA se-Kota Palopo mengikuti Wisuda Santri yang diselenggarakan oleh LPPTKA DPD BKPRMI Kota Palopo pada Ahad, 19 April 2026, bertepatan dengan 1 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung Pertemuan Opu Daeng Risaju PMDS Kota Palopo dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Walikota Palopo yang mewakili Walikota, Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Provinsi Sulawesi Selatan, Kasat Binmas Polres Palopo, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Kantor Kementerian Agama, pimpinan Baznas, serta Kepala KUA Kecamatan Wara.

Dalam sambutannya, Walikota Palopo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kesra, Drs. Taufiq Gurrahman, M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi antara BKPRMI dan Pemerintah Kota Palopo, khususnya dengan Dinas Pendidikan, dalam upaya mengatasi persoalan baca tulis Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa para santri yang diwisuda hari ini diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak yang diwisuda hari ini adalah generasi harapan yang akan menjadi bagian penting dalam pembangunan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penguatan literasi Al-Qur’an harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Palopo, Lukman, S.Fil.I., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar ke depan dapat melahirkan kebijakan yang memperkuat literasi Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Hal ini didasari oleh temuan di lapangan yang menunjukkan masih adanya pelajar tingkat SMA yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan tes baca Al-Qur’an bagi siswa SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi stimulus bagi siswa untuk lebih serius dalam belajar mengaji sejak dini.
“Langkah ini penting sebagai upaya konkret untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-Qur’an. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, program ini akan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Walikota memberikan respon positif dan bahkan mendorong Plt. Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengkaji kemungkinan penerbitan Peraturan Walikota terkait penguatan literasi Al-Qur’an bagi siswa di Kota Palopo.
Di kesempatan yang sama, Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Sulawesi Selatan, Hendra Muh. Ismail, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan wisuda santri ini. Ia juga memaparkan berbagai program LPPTKA dalam mendukung pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan pada jenjang TKA, TPA, hingga TQA.

Ia mengimbau kepada para santri yang telah diwisuda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang TQA, sebagai tahap lanjutan dalam memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan dasar-dasar keislaman.
“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam mempelajari Al-Qur’an. Kami berharap para santri terus melanjutkan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah daerah dalam membangun generasi Qur’ani di Kota Palopo.