Mataram, NTB – Sebanyak 70 warga Kota Mataram memadati layanan Bekam Sunnah gratis yang digelar pada Ahad (25/1/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jasmani yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.

Program kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Satu Titik, Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) NTB, dan Ahyar Abduh Foundation (AAF). Sinergi tersebut menjadi wujud kontribusi nyata elemen masyarakat dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan.
Guna memastikan pelayanan yang aman dan berkualitas, panitia menghadirkan 10 terapis bekam bersertifikat serta dua tenaga ahli akupuntur. Seluruh peserta mendapatkan penanganan sesuai standar kesehatan yang berlaku, sehingga kegiatan berlangsung tertib dan profesional.
Direktur AAF yang juga unsur pimpinan BKPRMI NTB, Ustadz Badruttaman Ahda, menyampaikan bahwa kegiatan bekam sunnah memiliki nilai strategis karena menggabungkan aspek kesehatan fisik dan penguatan spiritual umat.

“Bekam bukan hanya terapi kesehatan, tetapi juga bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menjaga kesehatan sekaligus mengamalkan sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI NTB H. Jamaludin menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami mendorong agar bekam sunnah ini dapat menjadi agenda rutin. Selain membantu kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah Islamiyah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan, antusiasme warga terlihat tinggi. Selain mendapatkan layanan terapi, para peserta juga dibekali edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sesuai tuntunan Islam.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya hidup sehat yang berlandaskan nilai-nilai agama, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan pemerintah dalam pelayanan kesehatan umat. (Rls. Badruttaman Ahda, DPW BKPRMI NTB)