Sibolga, Sumatera Utara — Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Sibolga mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk bertindak lebih serius dan tegas dalam menangani maraknya aksi tawuran yang kerap terjadi di wilayah Kota Sibolga.
Ketua Umum DPD BKPRMI Sibolga, Rizky Sandy Tanjat Miko, menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir tawuran antar pelajar, pemuda, dan remaja semakin sering terjadi dan telah menimbulkan dampak yang sangat memprihatinkan. Puncaknya, tawuran yang terjadi pada Selasa dini hari (20/1/2026) menelan korban jiwa seorang remaja bernama Fahri Syaleinsky Parinduri (17).
“Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Balam, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala dan paha kanan. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan,” ujar Sandy, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius BKPRMI Sibolga. Pihaknya mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan menilai peristiwa ini sebagai alarm bahaya bagi masa depan generasi muda di Kota Sibolga.
“Kami meminta Polres Sibolga untuk mengusut tuntas kasus ini dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, Pemerintah Kota Sibolga juga harus mengambil langkah konkret dan berkelanjutan dalam mencegah tawuran yang terus berulang,” tegasnya.
Sandy menambahkan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga kepemudaan dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap remaja. (Humas DPD BKPRMI Kota Sibolga)